Direct Vision Tahan Rp 14 Miliar

Dana Milik 36 Ribu Pelanggan
ebanyak 36 ribu pelanggan Direct Vision hingga kini belum mendapatkan dana pengembalian (refund) dari televisi berlangganan yang pernah memegang hak siar Astro TV dari Malaysia itu. Dana USD 1,4 juta (sekitar Rp 14 miliar) sudah disiapkan namun belum bisa dikucurkan.


“Dana sudah siap USD1,4 juta dan akan segera dieksekusi ke pelanggan. Namun eksekusi tersebut masih menungu persetujuan dari pemegang saham, “ ujar Senior Corporate Affair PT Direct Vision, Halim Mahfudz dikantornya kemarin. Saat ini pemegang saham DV adalah Ayunda Prima Mitra (49 persen) -anak usaha PT First Media Tbk dan Silver Concorde Holding Limited (51 persen). Keduanya merupakan entitas perusahan milik Lippo Group.
Sebelumnya, PT DV berjanji akan mengembalikan dana berlangganan yang sudah dibayar dimuka dalam jangka waktu 30 hari kedepan sejak tidak beroprasi pada 20 Oktober lalu. PT DV harus mengembalikan dana milik 36 ribu pelanggan dari total jumlah pelanggan sebanyak 98 ribu. Jumlah itu turun drastis dibanding akhir tahun 2007 sebanyak 145 ribu pelanggan. “Yang dibayar adalah mereka yang sudah membayar dimuka untuk tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun,” tegasnya.
Mahfudz mengatakan, manajemen Direct Vision sudah menyurati dua pemegang sahamnya sejak 20 Oktober 2008 untuk menyelesaikan masalah refund tersebut, namun hingga kini belum mendapat konfirmasi dari pemegang saham. Dia mengaku tidak tahu sampai kapan dana refund tersebut akan tertahan karena harus menunggu persetujuan pemegang saham. “Saya tidak bisa memastikan juga, tapi sesuai komitmen maksimal 30 hari,” terangnya.
Direct Vision sudah tidak mendapat suntikan dana lagi dari pemegang saham sejak Mei 2008. Oleh sebab itu semua biaya operasional ditanggung PT DV, termasuk dana refund yang diambilkan dari kas perusahaan. Dana tersebut siap disalurkan karena data pelanggan sudah lengkap. Jika melihat kondisi keuangan perusahaan, menurut Mahfudz, usia DV hanya akan bertahan hingga akhir November. “Tinggal sebulan lagi setelah itu saya tidak tahu, terserah pemegang saham mau diapakan,” lanjutnya.
Astro Malaysia mencabut hak siarnya kepada PT Direct Vision (PT DV) karena Lippo Group (pemegang saham PT DV) dianggap belum membayar kompensasi layanan sebesar Rp 2,5 triliun. Sementara Lippo Group menilai perwakilan Astro di PT DV telah memanipulasi pembukuan di PT Direct Vision. Perselisihan antar pemegang saham itu menyebabkan nasib 311 karyawan tetap, 11.300 karyawan outsourcing dan 4.000 karyawan tidak langsung menjadi tidak jelas. (wir/JPNN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: