Kerupuk Kemplang Tetap Melenggang

RADAR PALEMBANG, USAHA – Satu lagi bukti bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah   (UMKM) tahan banting terhadap gejolak ekonomi.  Saat itu usaha besar keteter akibat krisis finansial, pengusaha kerupuk kemplang bisa melenggang leluasa. Produksi dan permintaan pasar terus meningkat.


’’Faktanya memang ada produk-produk tertentu yang terkena imbas krisis. Akan tetapi untuk usaha kita tidak ada pengaruh. Permintaan pasar tidak mengalami penurunan,’’ungkap pengelola  Kerupuk Kemplang Mangdin, Dina, kemarin.
Usaha Usaha kemplang Mangdin ini beralamat di Jalan Faqih Usaman No 2581 1 Ulu Laut Palembang.  Dia malokoni usaha kemplang sudah 20 tahun.  Dia merintis usaha dari nol dengan memproduksi 5 kg per hari. Dalam perjalanannya, perkembangan usaha Mangdin luar biasa. Saat ini dia mengolah 200 kg sagu dan 50 kg ikan gabus per hari menjadi kemplang.
Walaupun kerupuk kemplang Mangdin tumbuh pesat dan terkenal, namun pengusaha satu ini kerap menghadapi halangan. Ketersediaan ikan gabus di pasar membuat harganya melambung.  Hal itu akan membuat biaya produksi membengkak.
’’Maka dari itu tidak menutup kemungkinan harga jual kita ditingkatkan 5 persen. Itu terjadi seandainya harga bahan pokok ikut naik. Saya kira, kenaikan 5 persen itu tidak terlalu tiggi  dan membuat konsumen keberatan atau berhenti membeli kemplang,’’ungkap pengelola Kemplang Mangdin, Dina.
Menurut Dina,  pengelolah kerupuk kemplang Mangdin- ini menjelaskan kalau kemungkinan berkurangnya ikan-ikan tersebut di pasaran akibat dampak musim hujan sekarang ini membuat ikan susah dicari.
’’Ya, untuk usaha kita ini sendiri dalam per harinya kita membutuhkan kurang lebih 50 Kg ikan dalam satu hari. Ikan tersebut harus tiap hari ada, karena untuk kerupuk kemplang kita memang sengaja menyetok, kecuali untuk pempek kita tidak bisa disimpan karena harus setiap hari kita buat,’’jelasnya.
Dina bersyukur karena usaha yang telah keluarganya geluti saat ini sudah terkenal kemana-mana hingga keluar Palembang. “ Tapi walaupun demikian saya patut bersyukur, karena perekonomian sekarang cukup sulit namun usaha saya masih saja tetap berjalan,dan kita tidak kena pengaruh krisis global yang menlanda Indonesia saat ini khususnya,”imbuhnya (vie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: