Polri Yakin Jerat Pertamina

RADAR PALEMBANG, PERTAMINA-Direktorat III/Tipikor Bareskrim Polri optimistis dugaan korupsi dalam pengadaan minyak zatapi yang menyeret empat pejabat Pertamina sebagai tersangka bakal terbukti. Korps baju coklat itu yakin jika audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan menemukan kerugian riil dalam pengadaan minyak tahun 2007-2008 itu. Polisi akan menyediakan tiga bahan pada BPKP untuk menjerat Pertamina.


Apa saja? Yang pertama, menurut Direktur III/Tipikor Brigjen Pol Jose Rizal Efendi, adalah terkait temuan belum adanya crude assay dalam pembelian 600 ribu barel minyak tersebut. Crude assay yang ada malah dibuat oleh pemenang tender, Gold Manor International Limited, yang belakangan diyakini merugikan Pertamina. Crude assay adalah semacam hasil uji laboratorium independen tentang kualitas minyak.
Kedua, adanya dugaan perbedaan jumlah minyak yang dibeli. ”Ada penyusutannya. Lalu mengapa Pertamina tetap membayar pada 9 April 2008 USD 54,9 juta atau sekitar Rp 523 miliar,” katanya di Mabes Polri kemarin (28/10). Yang terakhir adalah soal harga minyak zatapi yang perbarelnya, dalam lelang pada 12 Desember 2007, dilepas USD 92,19.  ”Kami bandingkan dengan harga minyak (jenis) blend di dunia saat itu dan dengan cara ini harga zatapi kemahalan,” tambahnya. Saat itu blend dilego USD 93,61 perbarel.
Dengan ketiga jurus inilah, mantan Kapolwiltabes Makassar itu yakin jika sangkaan polisi akan terbukti.  ”Soal penahanan sedikit lagi,” tambahnya. Seperti diberitakan (Jawa Pos, 18/10), keempat tersangka dari Pertamina adalah Khrisna Damayanto selaku Vice President Perencanaan dan Pengelolaan Pertamina. Lalu Burhanuddin yang menjabat manajer pengadaan pada Direktorat Pengelolaan dan selaku ketua tim lelang.
Yang lain adalah Sofrinaldy selaku manager perencanaan operasi direktorat pengelolaan, dan Heri Purwoko selaku staf rencana operasi pada direktorat pengolaan. Sedangkan dari Gold Mannor polisi telah menetapkan direkturnya, SN, sebagai tersangka. Mereka berlima belum ditahan tapi telah dicekal.
Sementara, Dirut Pertamina Ari H. Soemarno berpendapat, pengadaan atau tender minyak mentah ini tidak melanggar prosedur. Yang terjadi, menurut Ari, adalah melompati prosedur. ’’Prosedurnya belum ada. Ini (pengadaan minyak Zatapi, Red) hanya berdasarkan pertimbangan minyaknya lebih murah. Hanya itu. Tidak ada pelanggaran prosedur,’’ terang Ari, kemarin.
Soal lompatan prosedur ini, katanya, internal Pertamina juga telah melakukan perbaikan. Bahkan, sesuai rekomendasi dewan komisaris, juga sudah diambil tindakan internal. Namun, Ari menyayangkan ada yang memolitisasi masalah ini. ‘’Menurut saya, masalah ini merugikan dan menguntungkan pihak atau pebisnis tertentu. Akhirnya isunya merembet ke mama-mana,’’ katanya.
Ari mengaku prihatin terhadap penunjukkan status tersangka terhadap karyawan Pertamina. Dia bergeming tidak ada kerugian langsung yang dianggap sebagai kerugian negara. Apalagi, sambungnya, Pertamina adalah BUMN dan asetnya sudah dipisahkan dari aset negara.
‘’MA telah mengeluarkan fatwa bahwa kekayaan negara terpisah (dari aset perusahaan BUMN, Red). Artinya, kalau ada kerugian, itu masuk kerugian perusahaan. Dan pimpinan yang harus bertanggungjawab dalam rapat umum pemegang saham. Negara tidak dirugikan. Setoran dividen tetap bahkan harus lebih baik,’’ katanya.
Karena itu, Ari menyarankan, BPKP hendaknya melakukan penelitian dulu. Apalagi sudah ada kesepakatan antara menteri negara BUMN, Kepolisian, BPKP, serta Kejaksaan. Kalau terjadi permasalahan BUMN akan diteliti dulu oleh BPKP. ‘’Tapi yang terjadi sekarang, seolah-olah ada pelanggaran berat dan seolah-olah ada dugaan korupsi,’’ tukasnya. (naz/yun/iro/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: