Rupiah Dapat Dikendalikan

RADAR PALEMBANG, MONETER-Potensi melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dapat terkendali kemarin. Rupiah terhenti di level Rp 10.800 per dolar AS atau menguat dibanding pelemahan tertingginya hari ini yang sempat mencapai Rp 11.850 per dolar AS. Menguatnya bursa saham di Asia menjadi salah satu sentimen positif bagi rupiah.


Sementara di lantai bursa, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terjerembab. Kemarin, indeks melemah 55,01 poin (4,72 persen) menuju level 1.111,39. sebanyak 127 saham melorot harganya, dan hanya 39 saham yang naik. Indeks sempat bahkan sempat berada di level 1.103 pada awal perdagangan. Sektor consumer memimpin pelemahan indeks.
Bursa saham tanah air kemarin bergerak paradoksal dengan pergerakan bursa kawasan. Indeks Shanghai mendaki 2,8 persen. Indeks Hang Seng terkerek 11,5 persen. Indeks Nikkei di Jepang naik 6,4 persen. Indeks Kospi Korea naik 5,57 persen.
Gubernur BI Boediono berkeyakinan dana-dana asing akan segera masuk seiring dengan makin murahnya nilai tukar rupiah. Dengan nilai dolar yang lebih tinggi, sementara harga saham dalam rupiah lebih murah, akan menjadi pemicu bagi investor asing untuk kembali masuk ke pasar saham.
“Harganya rendah dalam rupiah, apalagi dengan kurs sekarg, itu kan dalam dolar kan murah sekali,” kata Boediono usai rakor di Kantor Depkeu, Jakarta, kemarin (28/10).
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi dampak krisis finansial. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan pemerintah dan BI akan menyiapkan kebijakan pengaman atau safeguard nilai tukar rupiah. Anggito mengatakan saat ini likuiditas valuta asing banyak tersedot ke Amerika Serikat yang masih dianggap menjadi tempat yang aman atau safe heaven.
“AS menjadi negara tujuan untuk membeli karena SUN-nya kan (peringkatnya) AAA. Dia (AS) harus membiayai APBN-nya, harganya masih cukup bagus, jadi semuannya kesedot ke AS,” kata Anggito.
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) A. Fuad Rahmany mengatakan pasar modal Indonesia sejak dulu sudah dikuasai asing. Sehingga wajar jika dampak gejolak keuangan global menjadi lebih kuat.
Selama ini pelaku pasar modal sudah menikmati keuntungan dengan banyaknya investor asing. Sehingga jika saat ini penurunannya bisa hampr sama dengan bursa negara lain, sudah cukup bagus. “Jadi kalau sekarang kita turunnya bisa sama dengan yang lainnya, itu sudah bagus. Terutama dalam kondisi kita lebih dikuasai asing daripada Malaysia misalnya,” kata Fuad.
Indonesia juga tidak bisa berlawanan dengan arah turunnya bursa-bursa di negara lain. “Karena  perkembangan di dunia memang semua turun. Kita tidak bisa sendirian tidak turun,” kata Fuad. Dia mengatakan, pemerintah belum mempertimbangkan untuk menghentikan sementara perdagangan saham di bursa.
Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengemukakan, kondisi masih terkendali. Otoritas bursa akan melakukan sejumlah langkah untuk menggairahkan kembali semangat bertransaksi.     Menurut Erry, pelemahan yang terjadi di Indonesia masih tergolong lebih baik dibandingkan dengan posisi negara lain. ”Pelemahan di bursa kita masih sejajar dengan negara lain. Tapi, memang turunnya langsung drastis dalam sebulan ini,” ujar Erry kemarin (28/10).     Bursa saham di negara lain, sambung Erry, sudah mengalami penurunan sejak Februari lalu. Sementara pasar modal tanah air masih kuat bertahan di awal tahun. ”Tapi, bermacam-macam tekanan itu akhirnya juga tidak tidak tertahankan,” tuturnya.
Ke depan, kata dia, yang menjadi fokus dari pengembangan pasar modal adalah memasifkan basis investor domestik. Ini untuk mengurangi ketergantungan lantai bursa terhadap pergerakan investor asing. ”Sekarang dari 230 juta penduduk, baru sekitar 1 juta masyarakat yang berinvestasi di pasar modal. Itu sangat sedikit,” ujarnya. Tapi, dia menyadari untuk menumbuhkan hal tersebut butuh waktu. ”Sebab, pasar modal itu investasi, ada risikonya, beda dengan deposito atau tabungan,” katanya.
Direktur PT Financorporindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan, pasar masih berusaha mencari celah untuk menemukan momentum positif. “Tapi, siklusnya, market yang dropnya tajam dan cepat, pasti naiknya juga cepat,” ujarnya. “Itu very technical,” sambungnya.(jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: