Satu Kedaluarsa Diganti Dua

RADAR PALEMBANG, KEDALUARSA-Masyarakat yang menemukan barang kadaluarsa di pasar ritel bisa  mendapatkan kompensasi yang setimpal. Jika menemukan satu buah barang yang kadaluarsa, konsumen akan mendapatkan ganti rugi berupa dua barang serupa secara cuma-cuma.


“Jika barang tersebut tidak ada, maka insentif akan diganti dengan barang lain yang nilainya sama,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin Mailool kepada wartawan kemarin.
Seluruh anggota Aprindo memang telah membuat komitmen bersama untuk memberikan perlindungan yang maksimal terhadap konsumen. Salah satunya dengan memberikan perlindungan keselamatan, harga dan ganti rugi bagi konsumen yang menemukan barang kadaluarsa.
Menurut dia, hal ini sebagai upaya untuk melibatkan konsumen dalam pengawasan barang yang beredar. Selama ini, jika ditemukan produk kadaluarsa di pasar ritel, tentunya hal itu tidak disengaja mengingat jumlah produk yang dijual peritel sangat banyak.  Nah, agar masyarakat mengetahui, Aprindo akan memasang stiker khusus di gerai atau toko partisipan. “Program ini akan berlangsung sampai satu tahun ke depan,” ungkapnya.
Menteri Perdagangan (Mendag), Mari Elka Pangestu menyambut baik program tersebut, mengingat sebelumnya juga sudah dilakukan program serupa terkait ketentuan harga dalam label produk. Namun, Mendag berharap program pengawasan barang tersebut tidak mengganggu kinerja ritel secara keseluruhan. “Program ini baik untuk meningkatkan peran aktif konsumen dalam rangka pengawasan barang beredar,” tutur Mari
Sementara, Ketua Harian Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai kebijakan seperti itu sudah efektif dilaksanakan di Tiongkok. Di negeri tersebut, setiap masayarakat yang menemukan barang kadaluarsa bisa mengembalikan dan mendapatkan ganti yang setara. “Tapi kita belum tahu apakah itu efektif di Indonesia, tergantung konsumen tertarik atau tidak mengembalikan barangnya. Karena faktor lokasi juga menentukan,” cetusnya.
Untuk itu, pihaknya berharap kebijakan tersebut perlu diuji coba untuk satu hingga dua bulan kedepan. Jika tidak berhasil berarti ada yang kurang dalam penerapannya. Namun yang perlu ditekankan adalah, pemerintah sebagai regulator harus lebih proaktif untuk melakukan pengawasn barang beradar. “Permasalahn di Indonesia, terlalu banyak barang kadaluarsa yang dijual di pasaran. Belum lagi yang mengandung zat-zat berbahaya,” jelasnya. (wir/bas/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: