UMKM Ditarget Naik 10 Persen

RADAR PALEMBANG, KREDIT – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diyakini tidak akan hancur oleh terpaan badai krisis finansial di sektor keuangan. Pasalnya, sektor ini lebih fleksibel.  Meski begitu, sektor ini tetap mengalami kendala  dalam mengembangkan usaha khususnya mengenai akses kredit ke lembaga keuangan yatu perbankan.


Menurut Pimpinan Bank Indonesia (BI) Palembang, Zainal Abidin   selama ini UMKM sulit mendapatkan akses kredit membuat usaha mereka sulit berkembang. Kalaupun berkembang sulit untuk menjadi besar karena terkendala dana untuk mengembangkan usaha.
“Kedepan kalau bisa kendala seperti ini kita harapkan tidak ada lagi. Bagaimana mereka mudah untuk mendapatkan akses kredit. Tentunya dengan dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah,”ucapnya.
Zainal juga mengatakan bahwa tahun lalu untuk membantu UMKM di Sumatera Selatan dalam mendapatkan kredit, Bank Indonesia telah mengkucurkan kredit sebesar Rp 10 triliun untuk UMKM. “Tahun 2008 ini kita targetkan terjadi peningkatan pengkucuran kredit sebesar 10 persen,”ucap Zainal seraya mengatakan dengan jumlah tersebut diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu.
Lebih jauh Zainal juga menceritakan mengenai kreteria UMKM dimana jika usaha mereka antara 0 – Rp 50 juta termasuk usaha mikro, antara Rp 50 – Rp 100 juta termasuk usaha kecil.
“Sedangkan bila sudah mencapai antara Rp 100 juta sampai dengan Rp 500 juta termasuk usaha menengah,”jelasnya.
Sementara itu, asisten II kota Palembang Apriadi C  Busri kepada RADAR PALEMBANG  menyebut memang  sektor ekonomi rakyat lebih kebal dari krisis finansial, karena minimnya sektor tersebut bersentuhan dengan kegiatan ekspor impor. “Ini yang membuat sektor lebih kuat dibanding perusahaan-perusahaan go publik. Meski begitu UMKM tetap harus diperhatikan dan harus dikembangkan karena merupakan akar perekonomian masyarakat,”ujar  Apriadi, kemarin.

++Dibuka Luas++

Sementara, dengan keluarnya UU Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, kini UMKM semakin mampu bergerak bebas mendapatkan kelonggaran akses pendanaan. Kalau tahun ini amsih dibatasi Rp 20 trilliun, tahun depan direncanakan bebas akses sesuai kebutuhan. Sebab tak ada lagi pembatasan pencadangan dana dari pemerintah, dan kran UMKM bakal dibuka selebar-lebaranya.
Begitu dijelaskan oleh Deputi UMKM Asisten Departemen Bidang Restrukturisasi Priambodo disela-sela sosialisasi UMKM di tengah krisis global saat ini. Menurutnya instrument kebebasan akses dana tersebut sudah disiapkan melalui program  UMKM di seluruh BUMN juga perbankkan yang ditunjuk seperti BNI, Bank Mandiri, BRI, Bukopin, BTN, Bank Syariah Mandiri (BSM).
“Kalau BUMN system penyaluranya lebih banyak diambilkan dari dana Program Kemitraan Bina Lingkungan yang pasti ada di seluruh BUMN. Perbankkan tetap menggunakan system jaminan asset,”ungkapnya.
Seperti BRI,  sudah menawarkan program melalui kredit Kupedes  dengan plafound Rp 3 sampai Rp 50 juta baik bentuk kredit modal kerja ataupun modal usaha.
Ada juga kredit ritel yang biasanya hanya untuk usaha menengah dengan plafound skitar Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar baik untuk sektor pertanian, tambangm, industri, infrastruktur hingga utilitas hingga kredit modal kerja untuk eksport import ada di sini.
Ada juga program Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dengan plafopund Rp 5 miliar. Untuk skala besar seperti perusahaan perkebunan pun juga disediakan kredit revitalisasi perkebaunan.
Adanya UU baru tersebut, menyatukan satu program usaha kecil menengeh dalam satu limit pendanaan. Sehingga pertumbuhanya bisa dipantau dengan jelas, antara program usaha kecil, usaha menengeh dan usaha atas.
Dari total penyaluran Rp 10,9 trilliun nasional untuk seluruh sektor UMKM per September 2008 dengan total 1,34 juta debitur ini terbukti, bahwa  sektor usaha kecil menengah lebih bergairah ketimbang usaha menengah atas.
Dengan tingkat pertumbuhanya mencapai 11,04 persen. Ini artinya sebuah kabar gembira, bahwa  sektor usaha kecil menengah akan lebih mampu hidup dengan stabil ketimbang usaha papan atas.
Oleh sebab itulah, kalau pusat memberikan pagu tahun ini Rp 20 triliun dan sudah realisasi 10,9 triliun, menunjukkan angka pertumbuahn kesadaran dari UMKM mencapai 84 persen.
Hal inilah yang bakal menghantarkan UMKM kedepan tumbuh lebih pesat lagi,apalagi saat ini pusat membukan seluas-luasnya tanpa adanya batasan pagu.”Selagi masih ada UMKM butuh, kita siap fasilitasi,” pungkasnya. (ayu/ sep)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: