Bakrie Minta Waktu Finalisasi Transaksi

RADAR PALEMBANG, BAKRIE-Group Bakrie saat ini tengah mengebut finalisasi rasionaliasi aset-asetnya di anak perusahaan. Holding Grup Bakrie, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), menyatakan, proses transaksi masih berlanjut, sehingga suspensi masih dinilai perlu.


Direktur dan Corporate Secretary BNBR R.A Sri Dharmayanti mengatakan, proses negosiasi rasionalisasi portofolio aset perseroan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masih berjalan. “Pembicaraan tidak hanya terkait masalah harga dan struktur transaksi, namun juga meliputi supply batubara pascatransaksi,” ujar Sri via keterbukaan informasi di BEI kemarin (29/10). Selain itu, sambung dia, negosiasi akan membicarakan karakteristik calon pembeli.
Karena itulah, Grup Bakrie menyatakan, waktu 10 hari sejak 18 Oktober yang sedianya digunakan untuk menuntaskan transaksi ternyata tidak cukup untuk mencapai kesepakatan dengan calon pembeli.
BNBR sebelumnya memang telah meminta suspensi saham diperpanjang kembali sejak 18 Oktober lalu hingga 10 hari kemudian.
Sri mengemukakan, pihaknya akan segera menuntaskan transaksi lego saham anak usaha tersebut. Karena itu, perpanjangan suspensi diperlukan untuk menjamin kelangsungan proses negosiasi.
Saat ini, sambung dia, deretan calon pembeli saham BUMI terus bertambah. BNBR mengumumkan, ada lagi calon investor dari Tiongkok dan Timur Tengah. Selain itu, seperti diberitakan koran ini sebelumnya, calon pembeli saham perusahaan batubara terbesar di tanah air itu adalah konsorsium BUMN dan beberapa investor mancanegara. Prosesnya kini sudah masuk dalam Conditional Share and Purchase Agreement (CSPA).
Saham 6 emiten Grup Bakrie disuspensi sejak 7 Oktober lalu karena ada aksi korporasi perseroan yang disebut sebagai “rasionalisasi investasi” untuk membayar utang USD 1,2 miliar yang akan jatuh tempo pada April 2009. Hingga kini, baru tiga emiten Grup Bakrie yang sudah kembali diperdagangkan. Yaitu, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Saham ketiganya terus terpuruk, bahkan hampir tiap hari terkena mekanisme auto rejection batas bawah 10 persen sejak diperdagangkan kembali. Sentimen buyback dari ketiganya tak mampu menahan kejatuhan harga saham mereka.
Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito mengatakan, pihaknya ingin agar semua transaksi itu cepat selesai. Namun, tentu otoritas bursa tidak dalam kompetensi untuk memaksa perseroan agar lebih cepat menyelesaikan transaksinya. “Kita sudah minta agar semuanya diperjelas,” katanya. ”Kita sebenarnya sudah memberikan deadline, tapi belum bisa kita ungkapkan di media,” ujarnya.
Selain persoalan masih belum selesainya transaksi, masalah ini juga berkait dengan kinerja industri pasar modal secara keseluruhan. “Repo BUMI ini kan besar sekali. Kalau kita buka, banyak broker yang kolaps,” kata Dirut BEI Erry Firmansyah.       Erry mengakui jika otoritas bursa juga sudah memberikan deadline. ”Kami punya batasnya,” katanya. (eri/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: