Caleg Nomor Jadi Diuntungkan

RADAR PALEMBANG, DIUNTUNGKAN – Keputuan KPU Pusat yang masih mentolerir menandai lambang partai pada pemilu legislatif (pileg) 2009 mendatang akan merugiakan caleg nomor kecil (buntut). Pasalnya, suara hasil menandai lambang partai tersebut akan dialihkan ke caleg yang berada dinomor jadi.


”Sampai saat ini dengan adanya perkembangan tersebut kami dari PKB belum melakukan pembahasan sama sekali. Tetapi yang jelas, dengan diizinkannya mencoblos ini akan lebih baik,” kata Ketua DPC PKB Musi Rawas Ibnul Hakim yang dibincangi di DPRD Sumsel, kemarin (29/10).
Di satu sisi tambah bnul hal ini akan memudahkan masyarakat. Sebab untuk mengubah kebiasaan masyarakat dari mencoblos ke contreng terbilang cukup susah. ”Kalau sekarang diberlakukan, katakanlah ini pembelajaran terlebih dahulu. Nanti kedepan kalau suadh terbiasa baru bisa mencontreng,” katanya.
Terkait dengan diizinkannya menandai lambang partai, Ibnul mengungkapkan di PKB tidak mengenal sistem suara terbanyak. Tetapi menganut kepada undang-undang yang itu mengacu BPP (bilangan pembagi pemilih). ”Jadi di PKB berdasarkan BPP. Kalau tidak terpenuhi ke 30 persen BPP. Nah, kalau dengan cara ini, maka jelas saya sebagai caleg nomor satu yang maju dari Mura dan Lubuklinggau akan semakin diuntungkan. Sebab suara yang menandai partai akan beralih ke nomor satu. Karenanya peluang saya untuk terpilih semakin besar. Saya tidak munafiklah,” katanya.
Apalagi diakui Ibnul untuk meraih 30 persen BPP terbilang berat. ”Coba hitung saja, tiap TPS ada 300 orang. Sedangkan caleg yang diplih ratusan dari 38 partai. Dengan melihat ini dipastikan meraih 30 persen itu sangat sulit,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan, M A Gantada mengatakan suara yang masuk ke partai tidak menjadi patokan. Suara itu akan diakumulasi dengan jumlah suara yang diperoleh kader untuk menghitung alokasi kursi yang didapatkan.
”Kalau di PDI Perjuangan suara ke partai akan diakumulasi dengan suara yang memilih caleg. Selanjutnya hasil ini akan dihitung dan didapatkan berapa alokasi kursi bagi PDI Perjuangan. Jadi suara itu tidak menjadi caleg nomor satu,” katanya.
Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi anggota legislatif sambung Gantada, tetap akan melihat perolehan suara per caleg. Jika mengacu di undang-undang pemilu maka akan dilihat terlebih dahulu siapa suaranya yang mencapai BPP 30 persen. Nah, jika ada yang mendapatkan BPP 30 persen maka dialah menjadi wakil PDI Perjuangan diparlemen.
Gantada juga mengungkapkan di PDI Perjuangan digunakan BPP 15 persen. Artinya bagi yang meraih 15 persen suara dari BPP dialah yang terpilih menjadi anggota parlemen. Faktor ini juga nantinya akan menjadi pertimbangan siapa yang akan menduduki kursi dewan.
”Tapi kami masih menunggu instruksi dari pusat bagaimana pelaksanaan pemilihan nantinya. Seperti di 2004 lalu, diinstuksikan kepada kader, simpatisan, warga PDI Perjuangan untuk memilih partai. Tujuannya mengurangi kesalahan pemilihan,” katanya.
Rencananya kata Gantada, ini akan diputuskan dalam rapimnas atau rakernas bulan November mendatang. ”Mudah-mudahan November nanti ada keputusan bagaimana instruksi kepada warga PDI Perjuangan,” tandasnya.(rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: