Efektifitas Jurus Pemerintah Diragukan

Rupiah Goyang Indeks Tertekan

RADAR PALEMBANG, REGULASI-Sektor finansial tanah air mereda. Sepuluh jurus yang disiapkan pemerintah tampaknya membuat pelaku pasar sedikit tenang. Namun, kondisi bukan jaminan bahwa pemulihan sedang terjadi.


Nilai tukar rupiah kemarin mulai bergerak mendatar, berada di posisi Rp 10.700 per dolar AS (USD). Pada perdagangan pagi, rupiah bahkan sempat diperdagangkan di level Rp 10.410 per USD. Aksi buyback surat utang negara (SUN) yang masuk dalam sepuluh jurus pemerintah dalam mengawal rupiah menjadi sentimen positif.
Ada ekspektasi positif aksi buyback SUN akan menstabilkan pasar surat utang tersebut dari aksi jual investor asing yang menyebabkan capital outflow triliunan rupiah, yang kemudian membuat rupiah lunglai tak berdaya.
Sementara dari lantai bursa, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat, kendati sangat tipis, sebesar 2 poin (0,2 persen) menuju level 1.113,6. Kelompok 45 saham unggulan, indeks LQ-45, terkerek 1,8 poin ke posisi 208,51. Sebanyak 99 saham menurun harganya, 70 saham mendaki, dan 46 lainnya stagnan.
Di bursa kawasan, indeks bergerak mixed. Indeks Hang Seng, Nikkei, dan Taiwan menguat, masing-masing 0,84 persen, 7,74 persen, dan 0,15 persen. Sementara indeks Kospi Korea, Shanghai Tiongkok, dan STI Singapura melemah masing-masing 3 persen, 2,9 persen, dan 0,44 persen. Bursa global juga menguat. Indeks Dow Jones terkerek 10,9 persen dan FTSE mendaki 1,92 persen.
Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan sepuluh langkah untuk mengamankan nilai tukar rupiah bisa menunjukkan iktikad pemerintah dalam menjamin stabilitas. Namun secara matematis, langkah-langkah tersebut tidak akan menolong pelemahan nilai tukar secara cepat.
Menurut Fauzi, pelemahan nilai tukar rupiah benar-benar disebabkan oleh likuiditas dolar yang mengering di pasar. Ini berbeda dengan krisis 1997 atau mini-krisis 2005 yang sumbernya banyak berasal dari dalam negeri. Fauzi optimistis nilai tukar rupiah akan menguat jika situasi global sudah membaik. “Pasar lama-lama akan pulih. Dolar akan kembali ke arah Rp 10 ribu,” katanya.
Karena penyebabnya berasal dari faktor global, menurut Fauzi, hanya  BI yang memiliki kekuatan besar untuk menambah pasokan dolar ke pasar. Ini karena pemasok lainny, yakni investor asing masih enggan masuk ke pasar Indonesia. Sedangkan eksporter, masih memilih menahan dolarnya karena menganggap nilainya masih akan tinggi.
Dalam situasi ini, menurut Fauzi, pengaturan dana-dana valas BUMN tidak akan efektif menambah pasokan dolar. “Dari matematikanya saja, dana BUMN yang diparkir di luar negeri, apakah lebih dari USD 1 miliar?,” kata Fauzi.
Jika ingin menambah pasokan dolar dalam jumlah besar, yang paling mungkin adalah meminta pengusaha yang memarkir dolarnya di luar negeri agar dibawa kembali ke tanah air. Namun ini harus disertai langkah yang secara politis sulit dilakukan, yakni pengampunan pajak dan tidak ditanya dari mana asal dananya. Menurut Fauzi, pemerintah akan kesulitan melakukan itu.
Mantan Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie juga mengemukakan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah tidak akan efektif untuk mendongkrak nilai tukar rupiah. “Keadaan ini yang meletakkan fondasi dasarnya adalah pemerintah. Jadi kalau kemudian pemerintah itu mengatakan berusaha keluar dari kondisi ini sulit untuk dilakukan,” lanjutnya.
Ekonom yang dikenal vokal tersebut menambahkan bahwa salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menetapkan kontrol devisa, namun dia meragukan pemerintah saat ini bakal mengambil langkah tersebut. “Ekonom-ekonom yang memegang kekuasaan dan dekat dengan pemerintah sekarang madzhabnya satu. Yakni bebas sebebas-bebasnya. Jadi nggak bakal mengambil langkah tersebut,” paparnya.
Fluktuasi yang terjadi dalam nilai tukar disebabkan sebenarnya telah dialami oleh Indonesia pada zaman Soeharto. Ini disebabkan keluar masuknya investor portfolio dengan mudah ke pasar modal. (sof/eri/iw/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: