Ekspor CPO Bisa 1 Juta Ton

Karena PE November Nol Persen

RADAR PALEMBANG, CPO-Pemerintah mengelurkan 10 paket kebijakan stabilisasi ekonomi yang salah satunya menurunkan pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menjadi nol persen. Namun hal itu dinilai hanya mendongkrak volume ekspor CPO Indonesia.


“Mungkin volume ekspor CPO di November bisa meningkat menjadi satu juta ton, tapi nilainya tetap akan rendah,” ujar Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun kemarin. Pungutan ekspor nol persen akan diberlakukan secara efektif mulai 1 November 2009. Departemen Perdagangan sempat menetapkan PE CPO 2,5 persen untuk bulan November, dari sebelumnya 7,5 persen di bulan Oktober.
Derom mengatakan, volume ekspor CPO bulanan saat ini hanya berkisar 700 ribu on per bulan. Hal itu terjadi setelah harga CPO internasional turun drastis dua bulan terakhir. Pada Juli 2008, harga CPO dunia sempat mencapai USD 1.220 per ton, sehingga  PE ditetapkan sebesar 20 persen. “Biasanya mengekspor 1 juta ton per bulan, kalau harga USD 1.000 maka bisa USD 1 miliar nilai ekspornya, dengan harga sekarang (USD 500-600 perton) dan volume hanya 700 ribu ton per bulan paling berapa,” terangnya.
Meski PE nol persen tersebut tidak banyak berarti, namun Derom mengaku kebijakan itu telah disambut positif oleh petani. Setidaknya pemerintah telah membantu  pengusaha dan petani dalam mengatasi rendahnya harga CPO saat ini. Dengan PE nol persen, diharapkan volume ekspor udapat ditingkatkan sehingga memperoleh keuntungan yang berarti. “Harga sawit sudah parah maka tidak terlalu besar dampaknya bagi kita. Tapi secara psikologis dan politis itu baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, harga Patokan Ekspor CPO yang baru akan segera keluar dalam dua hari ini untuk menyertai penetapan pungutan ekspor nol persen. Untuk itu, Depdag akan segera merevisi Permendag No.38/M-DAG/PER/10/2008 tentang Harga Patokan Ekspor (HPE) CPO sebelum 1 November 2008. “Seharusnya selesai dalam dua hari ini untuk berlaku per 1 November”lanjutnya.
Pada tanggal 22 Oktober 2008, Departemen Perdagangan telah menerbitkan Permendag yang menetapkan HPE untuk November dan patokan harga penentu persentase PE masing-masing USD 573 per ton dan trigger price USD 646,84 per ton sehingga PE November menjadi 2,5persen. Namun Permendag itu harus direvisi dengan keluarnya 10 kebijakan stabiisasi ekonomiyang salah satu poinya menurunkan PE CPO menjadi nol persen. (wir/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: