Investor Ragu, Indeks Naik Tipis

Indeks harga saham gabungan akhirnya berhasil menguat 0,2 persen (2,23 poin) di 1.113,62. Sayangnya penguatan indeks yang terjadi tidak begitu menggembirakan dibandingkan posisi kenaikan yang dialami bursa-bursa global maupun regional. Dua hari lalu Dow Jones ditutup menguat 10,88 persen.


Bursa luar negeri terpengaruh terhadap rapat bank sentral Amerika Serikat The Fed yang akan menurunkan suku bunga menjadi 1 persen. Langkah The Fed menurunkan suku bunga 50-70 basis poin tersebut diperkirakan akan mampu menggerakan sektor riil.
Investor lokal masih menunggu apakah rencana Tha Fed tersebut akan betul-betul direalisasikan atau tidak. Sejumlah saham unggulan yang sensitif inflasi dan suku bunga, seperti saham perbankan mengalami kenaikan. Selain itu, bursa regional yang sore ini mulai bergairah, turut menopang penguatan indeks saham domestik.
Kondisi bursa regional rata-rata menguat Hangseng naik 105,78 poin (0,84 persen) di 12.702,07 Australia AORD naik 50,40 poin (1,34 persen) di 3.805,80, Shanghai SSEC minus 52,51 poin (2,94 persen) di 1.719,81, Nikkei naik 589,98 poin (7,74 persen) di 8.211,90, Singapura STI naik 4,71 poin (0,28 persen) di 1.671,20.
Kondisi bursa komoditas minyak mentah naik 1,72 dolar (2,74 persen) di USD 64,45 perbarrel, emas naik 2 dolar (0,34 persen) di USD 743 pertroy ons dan gas alam naik 0,12 dolar (2,01 persen) di USD 6,31 perMMBTU.
Bursa efek indonesia ada kewajiban melakukan forced selling karena mengalami modal kerja bersih disesuaikan (MKBD), khususnya bagi sekuritas yang memiliki modal minimal Rp 25 miliar. Atas indikasi inilah terjadi penjualan besar-besaran hanya saja ini mampu diselamatkan dengan hijaunya kondisi bursa global.
Saham yang paling banyak di transaksikan kemarin PGAS tutup stagnan 1100, ANTM tertahan 920, TINS turun 10 ke 990, INDF minus 80 ke 960, BBRI minus 25 ke 2.650, TLKM naik 100 ke 5.100, UNTR minus 250 ke 2.400, INCO naik 30 ke 1.320, BMRI turun 20 ke 1.190, PTBA naik 25 ke 4.175, IST naik 300 ke 5.100 dan ASII turun 200 ke 7.100.(ade)

Analis pasar modal dari sebuah sekuritas mengatakan, investor masih ragu mengambil posisi dan cenderung wait and see atas beberapa sentimen yang beredar di lantai bursa. Seperti ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) nanti malam.
Konsensus pasar memprediksi bank sentral AS ini akan menurunkan suku bunga 50-77 basis poin. “Mereka menanti apakah The Fed menurunkan tingkat bunga lebih dari 50 bsp. Kalau pemotongan kurang dari 50, maka hal itu tidak akan menggairahkan pasar dan berdampak pula pada Indonesia,” katanya.
Bursa Jepang ditutup menguat dipicu kenaikan saham beberapa perusahaan besar lokal pasca pengumuman bahwa bank sentral Jepang (BoJ) yang akan memangkas suku bunganya sebesar 0,5% pekan ini.
Indeks Nikkei naik 589,98 poin (7,7%) menjadi 8.211,90 juga terdorong kenaikan ekspor pasca menguatnya nilai yen terhadap dolar. Sedangkan indeks Topix naik 5,9% pada level 830,32.
Sedangkan indeks Kospi di bursa Korea turun 3,02% pada level 968.97 pasca turunnya indeks saham beberapa institusi keuangan seperti KB Financial dan Woori Finance menyusul rencana sejumlah perbankan yang akan mengeluarkan laporan keuangannya pekan ini.
Adapun Indeks Shanghai Composite di Bursa China turun 19,05 poin (1,64%) pada level 1.742,77 paska laporan pemerintah yang mengindikasikan margin trading dan short selling akan ditunda seiring pasar yang makin berfluktuasi.
Sementara indeks Hang Seng di bursa Hong Kong naik 1,5% pada level 12.783,68, indeks STI Singapura turun 0,44% dan indeks di bursa Taiwan naik 0,15%.
Perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat transaksi 50.759 kali, dengan volume 2,434 miliar unit saham, senilai Rp 1,682 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 99 saham turun dan 46 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, PT Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 400 ke posisi Rp 6.550, PT Indosat (ISAT) Rp 350 ke posisi Rp 5.150, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 175 ke posisi Rp 2.200 dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp 175 ke posisi Rp 2.000.
Demikian pula saham PT Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.100, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 25 menjadi Rp 4.175 dan PT Bank Internasional Indonesia (BNII) naik Rp 10 menjadi Rp 455.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 650 ke posisi Rp 5.950, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 325 ke posisi Rp 2.975, serta PT Astra International (ASII) turun Rp 200 ke posisi Rp 7.100.
Saham PT United Tractors (UNTR) juga turun Rp 250 menjadi Rp 2.400, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.650, dan PT Timah (TINS) turun Rp 10 menjadi Rp 990. [E1]
Tags : ihsg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: