Mandiri Bantu Cari Importir

RADAR PALEMBANG, PASAR – Bank Mandiri akan membantu nasabahnya (terutama dari sektor perkebunan dan ritel) mencari importir baru di luar Amerika dan Eropa.  Sementara itu, hingga saat ini, Bank Mandiri terus menghindari perang suku bunga dan tetap mempertahankan suku bunganya pada kisaran angka maksimum 12 persen.


Deputi Bank Mandiri Kantor Wilayah II R Paul Sianturi mengatakan, nasabahnya yang sekarang terkena imbas resesi lantaran kiblat ekspornya ke pasar Amerika dan Eropa, masih dapat diselamatkan ke negara-negara Asia dan Asia Timur seperti Jepang dan Cina.
Dengan pasar baru tersebut, aku Paul, maka nasabah, khususnya yang dari sektor perkebunan dan ritel, dapat terus melanjutkan kegiatan ekspornya dan tidak menghambat keuangan mereka. Sehingga, kredit macet dapat dihindari.
“Kami lihat market mereka, kita jaga pasar mereka. Sekarang ekspor ke Amerika dan Eropa banyak yang tutup, kami bantu untuk mencari pasar baru, apakah ke Jepang atau Cina. Kami datangi ke nasabah. Terutama nasabah ritel, karena nasabah kami paling banyak dari sektor ritel,” bebernya di sela sela peresmian Kantor Bank Mandiri Cabang Pembantu Palembang-Sukajadi,  kemarin (29/10).
Selain itu, terang Paul, pihaknya juga mengimbau kepada nasabah untuk  menghindari prilaku yang spekulatif. Sebab, akan sangat membahayakan, apalagi di tengah kondisi pasar yang jauh dari titik stabil. Pihaknya juga terus melakukan pendekatan kepada para nasabah dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Karena hanya dengan transparansi, nasabah akan tetap tenang. “Kami lakukan pendekatan kepada mereka dan kami jelaskan kondisi pasar yang sebenarnya,” beber dia.
Diakui, kendati pasar terus bergejolak, pihaknya tetap optimis tidak terkena imbas dari resesi tersebut. Apalagi, sebagian dari nasabah Bank Mandiri bergerak pada sektor perkebunan yang menggunakan model inti plasa. Keuntungan dari inti plasma tersebut, lanjutnya, harga masih tetap terjamin. Walaupun di tingkatan petani TBS anjlok hingga ke level Rp 200 per kilogram, di perusahaan inti plama masih tinggi. Oleh karenanya, kredit macet kecil kemungkinan bisa terjadi.
Disinggung mengenai perang suku bunga yang dilancarkan oleh perbankan lain? Ditegaskan Paul, Bank Mandiri tidak akan terjebak pada perang suku bunga. Sebagai market leader, pihaknya akan tetap mempertahankan besaran suku bunga pada kisaran 12 persen.
“Apalagi, Bank Mandiri adalah bank besar yang sudah terjamin keamanannya. Kecuali kalau resesi tersebut melebihi waktu satu tahun, lembaga apapun namanya pasti akan terkena imbasnya. Selama krisis tersebut masih dalam jangka waktu yang wajar, Bank Mandiri akan tetap pada posisinya yang aman,” jelas dia.
Sementara itu, pertumbuhan Bank Mandiri setiap tahun terus menguat dan menggairahkan. Data yang dihimpun, jumlah aset Mandiri pada Juni 2008 mencapai Rp 304,7 triliun atau meningkat sebesar 15 persen dari bulan  yang sama tahun lalu. Lalu, dana himpunan masyarakat (DPK) juga mengalami kenaikan dengan nominal sebesar Rp 236,2 triliun atau meningkat 14,5 persen dari tahun sebelumnya. Dari sisi penyaluran kredit pun demikian, bank tersebut mampu menyalurkan Rp 149,6 triliun atau meningkat sebesar 28,6 persen dari tahun lalu. Sedangkan untuk NPL berhasil ditekan dari 3,92 persen Juni 2007 lalu menjadi 0,97 pada periode Juni 2008.

Peresmian KCP Palembang Sukajadi

Bank Mandiri kembali membuka kantor cabang pembantu (KCP) di wilayah Sukajadi. KCP Sukajadi merupakan KCP yang ke-949 dari seluruh kantor cabang bank Mandiri dengan fasilitas dan pelayanan penuh seperti kantor cabang. Peresmian KCP Palembang Sukajadi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyuasin dan disaksikan pejabat di lingkungan Kabupaten Banyuasin serta para pejabat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kepala Kantor Bank Mandiri Cabang Pembantu  Palembang Sukajadi, Arinto Nugroho, mengaku optimis atas keberadaan Bank Mandiri di Banyuasin. Hal ini didasarkan atas tingginya angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin dan membaiknya kondisi perekonomian masyarakat sekitar.
KCP Sukajadi sendiri, ditarget menghimpun (DPK sebesar Rp 30 miliar pada 2009. KCP ini berorientasi small business, yang memiliki fasilitas setara dengan kantor operasional Bank Mandiri lain. “Sebulan ini (Oktober), DPK sudah terhimpun Rp 7 miliar. Dari jumlah itu, tabungan dan deposito memberikan donasi fifty-fifty,” ujar Arianto Nugroho.
Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed menjelaskan, kehadiran Bank Mandiri akan membantu pemerintah dalam membangun daerah dan membantu masyarakat dalam pengembangan perekonomiannya. Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Banyuasin yang sudah mencapai 6,5 persen pada 2007 dengan pendapatan per kapita sebesar USD 963 USD, diharapkan, kehadiran Bank Mandiri akan terus memacu pertumbuhan ekonomi local. (qen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: