Telkom Pacu Bisnis Internet

RADAR PALEMBANG, TELKOM-BUMN telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus menggeber bisnis layanan internet. Ini dilakukan sebagai upaya memperkuat diversifikasi usaha perseroan.
Direktur Konsumer TLKM I Nyoman G. Wiryanata mengatakan, bisnis internet masih punya pangsa pasar yang sangat besar.

Memang, bisnis seluler juga punya pangsa pasar yang masih besar karena penetrasi produknya belum maksimal. Namun, pangsa pasar di bisnis internet masih jauh lebih besar karena tingkat keterjangkauan masyarakat terhadap internet masih sangat minim.
“Karena itu, kami akan mempercepat penggunaan internet di masyarakat,” ujar Nyoman di kantornya kemarin (29/10). Perseroan telah melakukan sejumlah inovasi di produk Speedy, merek layanan internet milik Telkom. Antara lain, dengan merilis kartu Speedy prabayar.
Pada semester I 2008, Telkom berhasil mencatat pendapatan Rp 1,03 triliun dari layanan broadband. Itu setara dengan 16 persen dari total pendapatan emiten berkode TLKM tersebut.
Selain di bisnis broadband internet, emiten berkode TLKM itu bakal lebih gencar menggarap bisnis layanan jaringan. Di bisnis broadband internet, per awal Oktober, pelanggan Speedy telah mencapai 600 ribu satuan sambungan layanan (SSL). Telkom menargetkan 750 ribu pelanggan akhir tahun ini.
Dirut TLKM Rinaldi Firmansyah mengatakan, upaya menggenjot bisnis broadband dan layanan jaringan dilakukan untuk menjaga pendapatan dan profitablitas perseroan. Fokus tersebut diambil TLKM untuk mengantisipasi penurunan bisnis fixed line alias telepon tetap. ”Sehingga, kami yakin revenue bisa tetap tumbuh,” terang Rinaldi.
Pasar fixed line, sambung dia, bakal terus melandai. Hingga ujung warsa ini, Telkom meramal pelanggan fixed line bakal turun sekitar 1 persen dari 8,7 juta menjadi 8,65 juta.
Selain itu, iklim kompetisi yang kian ketat di bisnis seluler berpotensi mengurangi pendapatan perseroan. Sebab, meski pelanggan tumbuh, pendapatan relatif stabil karena ada penurunan tarif sebagai akibat kompetisi di pasar. Pendapatan seluler Telkom pada paro pertama 2008 hanya Rp 778 miliar meski pelanggannya mencapai 52,4 juta atau tumbuh 22 persen. ‘Artinya, meski pelanggan terus naik, belum tentu pararel dengan kenaikanpendapatan akibat turunnya tarif yang signifikan. Telkom telah menurunkan
tarif pembicaraan hingga 30 persen dan tarif SMS (layanan pesan singkat) hingga 70 persen. (eri/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: