Habib Rizieq danMunarman Diganjar 1 Tahun 6 Bulan

RADAR PALEMBANG, VONIS – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq terkait insiden kerusuhan Monas 1 Juni lalu. Vonis yang dijatuhkan PN Jakpus ini 6 bulan lebih ringan dari tuntunan jaksa yang menuntut Habib dengan hukuman penjara 2 tahun.


Dalam sidang putusan yang digelar kemarin, majlis hakim yang diketuai Panusunan Harahap menilai, Habib terbukti bersalah telah melakukan perbuatan penghasutan. Habib dianggap melanggar Pasal 170 ayat 1 jo pasal 55 KUHP. “Terdakwa terbukti secara sah menganjurkan untuk melakukan kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum secara bersama-sama,” ungkap Panusunan.
Vonis serupa juga diterima Panglima Komando Laskar Islam Munarman. Mantan ketua LBHI ini oleh majlis hakim yang juga diketuai Panusunan Harahap divonis pejara 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan. Menurut majelis hakim, Munarman terlibat dalam penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan pada Insiden Monas 1 Juni lalu. “Terdakwa Munarman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan terhadap orang dan barang sebagaimana diatur dalam Pasal 170 Ayat 1 KUHP. Oleh karena itu, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, hukuman penjara satu tahun enam bulan,” kata Ketua Panusunan dikuti ketokan palu pengesah.
Terhadap putusan ini, baik Habib maupun Munarman menyatakan akan mengajukan banding “Tadi sudah banding. Kita tinggal administrasinya saja. Itu spontan dari Habib sendiri untuk banding,” tukas M Assegaf, kuasa hokum habib usai sidang.
Assegaf menerangkan, pertimbangan-pertimbangan hakim dalam memberikan vonis sangat keliru dan menyesatkan. ”Karena pertimbangan hakim yang menyatakan bahwa dalam setiap kali pengajian dikaitkan dengan tragedi Monas,” katanya.
Selain itu, ceramah Habib Rizieq yang menyatakan Ahmadiyah sesat dan harus dibubarkan bukan hanya dilakukan Habib Rizieq, tetapi juga dilakukan pemimpin ormas lain. ”Lagipula Habib tidak hadir di Monas saat kejadian berlangsung. Habib juga tidak menyuruh massa melakukan kekerasan terhadap orang dan barang,” katanya.
Lebih jauh dijelaskannya, yang melanggar aturan sebenarnya adalah AKKBB bukan FPI. Karena saat itu FPI bertugas mengamankan demontrasi HTI di depan Istana. Namun, AKKBB yang memiliki izin aksi di bundaran HI, malah menggelar aksi di Monas.
Kuasa hukum Munarman, Syamsul Bahri Rajam mengaku keberatan atas vonis majelis hakim terhadap kliennya. “Ternyata majelis hakim dalam pertimbangannya sama dengan JPU. Jadi, otomatis saya menolak pertimbangan majelis hakim karena mereka hanya mempertimbangkan dari unsur-unsur hukum, saksi, dan barang bukti. Kita akan banding,” ujarnya.
Syamsul mengatakan, bahan-bahan yang dijadikan dasar tuntutan sumir. “Korban pemukulan Jacobus Edi Juwono bahkan hanya menduga bahwa ia dipukul Munarman. Ia sendiri tidak melihatnya secara langsung,” ujar Syamsul.
Pada saat itu, sambungnya, juga tidak ada satu saksi yang melihat mobil dihancurkan meski ada fakta mobil dihancurkan. “Kalau soal bentroknya, Munarman justru mencegah bentrokan,” tegasnya.
Sementara itu, pada sidang putusan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, kemarin, berlangsung panas. Bahkan, aksi bentrok antara pendukung ormas FPI dengan aparat kepolisian dari Polres Jakpus dan Polda Metro Jaya sempat terjadi.
Dari pantauan koran ini diketahui, suasana panas sudah terasa beberapa jam sebelum sidang digelar. Ratusan massa FPI tumplek blek membanjiri jalan Gajah Mada, tempat persidangan digelar. Suasana menjadi panas sesaat usai pembacaan putusan.
Massa berusaha merangsek mendekati mobil tanahan yang akan membawa Habib dari pengadilan. Melihat gelagat yang kurang baik,  aparat kepolisian yang bertugas bertindak tak tis dengan membuat pagar betis. Mereka terpaksa menahan ratusan anggota FPI yang ngotot mendekati mobil tahanan.
Merasa upayanya dihalangi, massa pun mengamuk. Beberapa di antaranya kemudian melempari petugas dengan pembatas jalan dan botol air minuman ke arah barisan polisi.
Merasa terdesak aparat pun membalas dengan menembakkan gas air mata kearah massa. Barisan polisi ganti meringsek massa hingga ke depan gedung Hypermart dan Plaza Gajah Mada yang letaknya bersebelahan dengan gedung pengadilan. Sebagian massa lainnya melarikan diri memasuki gang-gang kecil di seputar pengadilan. Suasana panas mereda usai beberapa pentolan FPI menenangkan massa.
Ketua FPI Cabang Bekasi Imam Mulyana menduga bentrok terjadi karena ada provokasi dari pihak lain. “Yang melempar batu adalah orang di luar FPI yang menggunakan atribut FPI,” ujarnya.
Menurutnya, niat massa FPI mendekat ke mobil tahanan hanya mau menyalami Rizieq. Namun karena ada yang provokasi bentrok itu pun tak terelakkan. (yon/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: