Indeks Menguat 5,41 Persen

Setelah mengalami minus dalam beberapa hari, indeks harga saham gabungan mulai ‘unjuk gigi’. Indeks menguat siginifikan 60,24 poin (5,41 persen) di 1.173,86. Penurunan suku bunga The Fed mendapat respon positif pasar, diharapkan langkah ini akan diikuti bank sentral tanah air.


The Fed menurunkan suku bunga acuan dari 1,5 persen menjadi 1 persen, tak hanya menguatkan bursa dalam negeri melainkan juga bursa-bursa regional. Australia menguat 151,50 poin (3,98 persen) di 3.957,30, Shanghai SSEC naik 43,80 poin (2,55 persen) di 1.763,61, Hangseng naik 1.627,78 poin (12,82 persen) di 14.329,85, Nikkei menguat 817,86 poin (9,96 persen) di 9.029,76, STI naik 130,71 poin (7,82 persen) di 1.801,91 dan Kospi naik 115,75 poin (11,95 persen) di 1.084,72.
Pemerintah Indonesia saat ini belum berani menurunkan suku bunga untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah. Sejauh ini juga muncul kekhawatiran terjadinya capital outflow ke negara tetangga. Penjaminan dana pemerintah yang hanya sampai Rp 2 miliar akan memacu terjadinya hal tersebut, mengingat negara lain seperti SIngapura kini memberikan penjaminan dana hingga 100 persen. Pemerintah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan pasar modal dengan menjaga stabilitas aliran hot money. Dana asing yang masuk tanah air hendaknya dijaga supaya tidak keluar setidaknya untuk jangka waktu satu tahun.
Kondisi futures juga rata-rata mengalami penguatan. Minus dalam yang dialami beberapa hari terakhir telah alami kejenuhan sehingga sudah saatnya mengalami rebound. Minyak mentah naik 1,12 dolar (1,66 persen) di USD 68,62 perbarrel, emas naik 14,20 dolar (1,88 persen) di USD 768,20 pertroy ons dan gas alam naik 0,12 dolar (1,74 persen) di USD 6,9 perMMBTU. Adapun posisi penutupa kemarin rupiah turun Rp 375 ke Rp 10.725.
Penguatan bursa yang terjadi kemarin juga dipengaruhi oleh pembelian yang dilakukan beberapa sekuritas asing disaat sekuritas lokal lakukan penjualan guna mencukupi kondisi permodalannya.
Saham yang paling banyak ditransaksikan kemarin, TLKM naik 430 ke 5.400, PGAS naik 110 ke 1.220, BMRI naik 110 ke 1.300, ANTM naik 90 ke 1.010, ASII menguat 700 di 7.800, ITMG naik 550 ke 6.500, ISAT naik 300 ke 5.400, BBCA naik 200 ke 2.400, INDF menguat 90 ke 1.050, UNTR naik 225 di 2.525, UNSP naik 20 ke 225, ELTY menguat naik 6 ke 69, BBRI menguat 250 ke 2.900, PTBA naik 400 ke 4.575 dan SMGR naik 225 di 2.700.
Pasar modal kini tengah menunggu langkah pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Pelaku pasar menunggu insentif pemerintah mengenai kebijakan apa yang akan dikeluarkan, karena kondisi pasar sekarang tengah terjepit.
Data inflasi yang dikeluarkan hari ini juga akan mempengaruhi pergerakan pasar. Jika inflasi rendah dan harga BBM turun, gerakan penurunan IHSG akan lebih besar. Utamanya jika kebijakan auto reject juga dihapuskan. Kondisi harga saham sekarang sudah tidak realistis lagi. Seperti harga INDF yang jauh lebih murah dibandingkan harga produknya sendiri. Ini menunjukan kondisi fundamental masih sangat bagus.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: