Keuangan BUMN Diberesi

Sewa Konsultan Asing

RADAR PALEMBANG, BUMN-Pengelolaan sektor keuangan ternyata masih menjadi titik lemah yang menghambat pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk itu, kini Kementerian BUMN bertekad untuk membenahi sektor tersebut.


Demikian diungkapkan Menneg BUMN Sofyan Djalil. Menurut dia, selama ini administrasi keuangan sebagian besar BUMN belum dikelola secara benar. ”Karena itu, ini akan kita bereskan,” ujarnya di sela diskusi Good Corporate Governance (GCG) di Kantor Kementerian BUMN kemarin (30/10).
Lemahnya pengelolaan keuangan, kata Sofyan, tecermin dari masih banyaknya komisaris yang tidak paham aspek keuangan, misalnya EBITDA (Earning Before Interest, Tax, Depresiation, and Amortization). ”Kalau EBITDA saja tidak tahu, bagaimana mau menjalankan fungsi pengawasan ke direksi,” katanya.
Akibatnya, kata Sofyan, banyak BUMN yang masih belum menjalankan tertib administrasi keuangan, misalnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). ”Terutama KAI, nanti kita bereskan pembukuan keuangannya,” terangnya.
Misalnya, lanjut dia, jika laporan penjualan tiket kereta api mencapai Rp 1 triliun, maka hal itu akan benar-benar dicek. ”Intinya, kita akan tingkatkan fungsi pengawasan dan audit,” jelasnya.
Agar program pembenahan bisa maksimal, Kementerian BUMN berencana menyewa jasa konsultan keuangan yang nantinya ditempatkan di BUMN yang jadi target program. ”Kita akan outsource orang-orang yang benar-benar profesional, misalnya konsultan internasional,” sebutnya.
Tenaga-tenaga profesional tersebut, kata Sofyan, akan ditempatkan di BUMN untuk membantu direktur keuangan atau chief financial officer (CFO) sekaligus mengawasi dan mengaudit kinerja keuangan perusahaan. ”Kita ingin jelas dari A sampai Z. Agar sumber-sumber kebocoran yang terjadi selama ini bisa diidentifikasi,” ujarnya.
Untuk program pembenahan tersebut, Kementerian BUMN akan segera mengundang konsultan keuangan internasional untuk menggelar tender. ”Nanti dicoba untuk beberapa BUMN dulu. Mudah-mudahan 2009 sudah bisa jalan. Sehingga, nanti saya bisa mendapat laporan kinerja keuangan BUMN setiap minggu untuk dievaluasi,” katanya.
Menurut Sofyan, ditempatkannya orang-orang profesional keuangan di BUMN terbukti bisa menggenjot kinerja perusahaan pelat merah. ”Misalnya di PTPN (PT Perkebunan Nusantara, Red), setelah beberapa tahun kita tempatkan para profesional di posisi direktur keuangan, sekarang kinerjanya melesat,” paparnya.
Selain mencegah kebocoran keuangan, kata Sofyan, adanya konsultan sekaligus auditor profesional juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi-potensi untuk meningkatkan EBITDA. ”Saya yakin, masih banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot EBITDA BUMN,” ujarnya. (owi)

Grafis
Kinerja Keuangan BUMN

Kinerja            2006        2007        2008*

Pendapatan        763,01        889,09        890,34
Laba Bersih        53,15        71,59        81,20

*Target

Sumber : Kementerian BUMN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: