Pertumbuhan Ekonomi 2009 4,5-5 Persen

RADAR PALEMBANG, EKONOMI-Situasi krisis ekonomi yang dialami tanah air sebagai imbas krisis global, apabila tidak segera mendapat respon pemerintah akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Ekonomi hanya mampu bertumbuh 4,5 hingga 5 persen di 2009 mendatang.


Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret guna mengatasi krisis yang tengah terjadi ini. Misalnya dengan membuat penjaminan (blanket guaranted) yang tidak dibatasi sekaligus diiringi dengan langkah menurunkan BI rate.
”Pemerintah kita belum berikan confident untuk market maupun pelaku usaha ekonomi lainnya. Misalnya kita kalah confident dengan negara tetangga seperti Singapura. Justru Singapura secara transparan mengumumkan negara dalam keadaan krisis, dengan sangat transparan dan jujur. Kemudian mereka menyatakan bisa me-recovery tiga tahun paling cepat maksimal lima tahunm” ujar Presiden Direktur Center for Banking Crisis Achmad Deni Daruri, kemarin.
Kondisi inilah, lanjutnya, yang membuat kenapa kemarin dolar sampai menembus Rp 12 ribu, akibat orang lebih yakin terhadap kondisi negara tetangga karena mereka transparan terhadap krisis, kemudian mereka recovery ekonominya dengan jangka waktu yang jelas. Begitu pula dalam hal penjaminan mereka mencapai 100 persen, seperti yang dilakukan Malaysi, Singapura, serta Hongkong. ”Jaminan dana masyarakat di bank unlimited.”
Sementara Indonesia hanya memberikan penjaminan maksimal Rp 2 miliar. Harusnya pemerintah lebih bersikap proaktif untuk segera mengatasi masalah kecil sebelum menjalar kemana-mana. Penjaminan selayaknya maksimal 100 persen mengikuti langkah yang diterapkan negara tetangga.
Bank sentral, sahut Deni, juga harus menurunkan tingkat suku bunga. Karena pertumbuhan kredit perbankan yang terjadi sejauh ini, mempunyai kualitas rendah. Terbukti dari rasio aset dan PDB (produk domestik bruto) yang cenderung mengalami penurunan.
”Berarti kebijakan menaikan suku bunga itu sebetulnya salah, harusnya BI buat kebijakan menurunkan suku bunga. Kalau suku bunga turun dan mendapat dukungan pemerintah orang akan makin yakin, orang akan jadi confident. Tetapi kalau seperti ini mereka tidak dapat dana dari perbankan,” ucapnya.
Jika sektor riil memperoleh bunga dari perbankan dengan bunga rendah, akan terjadi pergerakan di sektor tersebut. Sementara jika langkah ini tidak dilakukan akan terjadi perlambatan pertumbuhan. Deni memprediksi jika sampai dengan tahun depan tidak terjadi penurunan interest rate serta peningkatan penjaminan hingga 100 persen, pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya akan terjadi sebesar 4,5-5 persen. ”Bila itu terjadi akan ada gelombang PHK besar-besaran serta penurunan upah.”
Kebijakan penurunan giro wajib minimum (GWM) yang dilakukan bank sentral dari 9,5 menjadi 5 persen, dinilai Deni, tidak tepat. Dana yang disediakan tersebut malah digunakan perbankan untuk membayar deposito yang jatuh tempo. ”Jadi tidak ada koordinasi antara kebijakan BI dengan pemerintah,” ucapnya.
Menyikapi mengenai turunnya harga komoditas yang terjadi secara drastis ini, Deni mengatakan, aturan pemerintah mengenai larangan pendirian pabrik tanpa kebun harus segera diubah. Semestinya hal ini dibiarkan terjadi untuk mengatur harga sendiri antara petani dengan perusahaan sawit, ini dilakukan untuk membentengi harga petani supaya tidak anjlok.(ade)

Rasio Aset dan Kredit Terhadap PDB (GDP)

Sumber: CBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: