Petani Jeruk Banyuasin yang Sulit Cari Pasar

Stres Saat Panen Takut Busuk

PETANI Jeruk di Banyuasin mengaku  resah saat memasuki masa panen. Hingga saat ini mereka masih bingung mau dijual kemana puluhan ton jeruk hasil panen yang mereka angkut dari areal perkebunan. Akibatnya, banyak petani yang berencana meninggalkan profesinya karena kesulitan tersebut.

Sikin – BANYUASIN

SULITNYA mencari pasar jeruk di Banyuasin juga berimbas pada penurunan harga. Pasalnya, petani akan menjual jeruknya kepada siapa pun dengan jangkauan harga yang lebih murah dari pasaran  yang sebenarnya. Mereka berpikir, lebih baik menjual murah daripada harus menanggung kerugian lebih besar lagi.
Mitro (44), petani jeruk di Kelurahan Pangkalan Balai Banyuasin menjelaskan, mencari pembeli jeruk jauh lebih sulit dari pada melakukan perawatan kebun jeruk itu sendiri. Pihaknya mengaku kesulitan, karena saat panen tiba, tidak ada satu pun pemborong yang sengaja datang untuk membeli jeruknya yang diperkirakan berjumlah 4 ton.
”Sekarang kami mengalami kesulitan untuk menjual jeruk kami yang telah dipanen. Karena tidak ada tauke jeruk yang dating untuk memborong jeruk kami. Pokoknya sulit bangetlah mas memasarkan jeruk,” tuturnya.
Dijelaskannya, pihaknya berprofesi sebagai petani jeruk sejak tiga tahun lalu. Setiap masa panen, selalu mengalami kesulitan untuk menjual jeruknya. Oleh karena itu, sekarang ia berpikir akan beralih kepada profesi lain yang jauh dari resiko kerugian. Setidaknya, tidak stres saat panen tiba lantaran susah memasarkan barangnya.
”Kalau petani lain saat panen mungkin gembira karena bakal mendapatkan uang yang banyak. Tidak demikian dengan kami petani jeruk di Kabupaten Banyuasin. Kadang kami stes terlebih dahulu kemana jeruk tersebut harus kami jual. Karena sangat sulit mendatangkan pemborong jeruk ke Banyuasin,” urainya.
Mirisnya lagi, buah jeruk adalah buah yang tidak tahan lama. Kalau sudah masak dan tidak dipetik Dari pohonnya atau sudah dipetik tapi lama ditandu, maka buah tersebut akan membusuk. Tidak mungkin tauke akan membeli jeruk tersebut jika kondisinya sudah rusak.
Hal yang sama juga diungkapkan Gunawan (40), petani jeruk lain. Dirinya juga mengaku kesulitan dalam memasarkan buah jeruk di Banyuasin. Hal itu dikarenakan di Banyuasin sama sekali tidak ada agen jeruk yang dapat membeli sebagian besar atau semua jeruk hasil panennya.
“Sulitnya menjual jeruk ini karena di Banyuasin tidak ada agen yang mau membeli jeruk tersebut. Sehingga terpaksa hanya menjual jeruk per kilogram. Tapi masalahnya kalau menjual sedikit seperti itu kapan jeruk ini mau habis dijual, ‘kan jumlahnya banyak. Oleh karena itu saya berharap Pemkab Banyuasin dapat mencarikan jalan keluar guna mengatasi masalah ini,” pintanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: