Subsidi Pupuk Bisa Diserahkan ke Daerah

Jika 2009 Masih Ada Kelangkaan Pupuk
RADAR PALEMBANG, SUBSIDI- Mulai 2010, penyaluran subsidi pupuk akan diserahkan kepada Pemda jika masih terjadi kelangkaan pupuk pada 2009. DPR meminta pemerintah serius mengatasi masalah yang kerap terjadi tiap tahun tersebut.


Ketua Panja Belanja Pemerintah Pusat Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Aziz mengatakan mulai tahun 2009, kuasa pengguna anggaran dalam pelaksanaan subsidi pupuk adalah Departemen Pertanian. Departemen itu menjamin tidak akan terjadinya kelangkaan pupuk, menjaga harga eceran tertinggi, penyaluran subsidi tepat waktu dan sasaran yang tepat. ”Depertemen Pertanian bertanggung jawab dalam pendistribusian pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani,” kata Harry dalam rapat kerja Panitia Anggaran DPR dengan pemerintah Rabu malam (29/10).
DPR meminta penyaluran pupuk bersubsidi pada 2009 yang menggunakan pola tertutup dilakukan dengan sosialisasi secara insentif. Departemen Pertanian juga diminta untuk terus melakukan update dan validasi data Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai basis data volume pupuk bersubsidi.
Departemen Pertanian mesti melakukan pendistribusian yang proporsional antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa serta menjamin tidak terjadinya penyelewengan dan penyalahgunaan pupuk bersubsidi di luar peruntukkannya. Selain itu, pemerintah daerah harus dilibatkan dalam melaksanaan fungsi pengawasan terhadap produsen dan distributor pupuk bersubsidi. Panja juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan pola tertutup setelah enam bulan berjalan dan dilaporkan dalam pembahasan APBNP 2009.
Pada 2009, subsidi pupuk ditetapkan sebesar Rp17,53 triliun dengan rincian subsidi harga untuk produsen sebesar Rp16,45 triliun terdiri dari produsen urea Rp7,64 triliun, non urea Rp8,34 triliun, dan pupuk organik Rp474 miliar. Subsidi pupuk juga diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Pupuk Rp963 miliar kepada PT Pertani Rp552 miliar dan PT Sang Hyang Seri Rp410 miliar. Selain itu, juga dianggarkan biaya pengawasan penyaluran subsidi pupuk Rp20 miliar dan untuk kurang bayar subsidi pupuk 2007 sebesar Rp95 miliar.
Pada 2009, pemerintah juga mengalokasikan anggaran subsidi Benih Pertanian sebesar Rp1,3 triliun, subsidi Benih Ikan Budidaya sebesar Rp60 triliun. Subsidi non energi lainnya adalah subsidi Kredit Program sebesar Rp4,683 triliun untuk usaha pembibitan sapi (sektor peternakan) dan pengembangan pupuk organik tahun 2009 sebesar Rp145 miliar dengan bunga sebesar 7%. Sedangkan subsidi pangan (raskin) tahun 2009 ditetapkan sebesar Rp12,98 triliun untuk 18,5 juta Rumah Tangga Sasaran. (sof/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: