Sumsel Miliki Lima Eksportir Baru

RADAR PALEMBANG,EKSPORTIR-Pemprov Sumsel patut merasa lega.  Meskipun ekspor ke AS  terkena dampak krisis global, namun  eksportir baru justru bermunculan. Saat ini, setidaknya ada 5 (lima) eksportir baru yang membidik sektor plywood, pensil plat dan arang yang siap memasarkan barang barunya ke sejumlah negara selain AS. Dengan masih bergairahnya ekspor, setidaknya diharapkan mampu ikut menstabilkan nilai ekspor Sumsel.


Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sumsel, Riadi menjelaskan,  sektor diunggulkan Sumsel tersebut berupa karet, sawit, pulp, kayu lapis, dan kopi. Lima eksportir baru tersebut, lanjutnya, memasarkan arang tempurung ke negeri Jerman oleh CV Central Utama. PT Indo bagus Slat memasarkan hasil pensil slat, PT Wahana lestari Makmur I bergerak bidang pemasaran ply wood. PT Hijau Lestari raya juga memasarkan ply wood. Terakhir PT Servo Buana memasarkan batubara.
“Dengan adanya lima perusahaan yang terus melakukan ekspor, maka diharapkan bisa memberikan pencerahan tersendiri bagi Sumsel kedepanya,’’ jelas Riadi.
Dari kelima eksportir baru yang tidak mengandalkan AS dan Eropa itu, masih kata Riadi,  setidaknya akan membukakan mata eksportir lainya, untuk bisa memulai dengan pasar baru selain AS-Eropa.
“Dengan sudah mendaftarnya mereka di sini, dan telah dikeluarkanya Surat Keterangan Asal (SKA) barang oleh Disperindag. Artinya mereka sudah resmi legal beroperasi melakukan eksport ke negara yang dituju,”ujar Riadi.
Terbukti, hingga saat ini pihaknya masih mencatat pembuatan SKA baru rata-rata masih mencapai 300 SKA per bulan. “Ini membuktikan belum ada penurunan untuk aktivitas eksport kontrak jangka  panjang (6 bulan-1 tahun) bagi 10 komoditi andalan Sumsel.
Jadi, kalau ada gangguan aktivitas ekspor seperti penumpukan CPO hingga 50.000 ton tak dieskpor, itu rata-rata adalah kontrak ekspor baru yang diteken dalam jangka pendek, dan tak bisa dilanjutkan orderannya. “Sedangkan kontrak jangka panjang hingga saat ini terbukti belum terganggu,’’ tandas Riadi.
Perlu diketahui, negara tujuan eksport kontrak lama masih berlanjut ke AS sebanyak 56,980.572 USD, nilai 18.406.809 kilogram. Kedua Singapura dengan nilai 16.910.649 USD, dengan jumlah 23.118.073. Cina dengan nilai 82.553.660 USD dengan volume 320.136.573. Jerman  14.304.500 USD, dengan jumlah 4.856.678. India 3.719.329 USD, sebesar 23.051.150 kilogram. Jepang sebesar 18.808.711 USD, dengan volume 632.484.088 kilogram.
Dengan total nilai eksport per Agustus selama 2008 mencapai 2,3 miliar USD atau naik 384 persen dari 2007 pada periode sama hanya mencatat angka  1,7 miliar USD. Dengan volume eksport mencapai 4.685.691.109 kilogram.
Sementara eksport UKM cenderung turun hingga 7 persen. Kerupuk ikan per Agustus 2008 hanya mampu mencatat nilai eksport 4.000 USD dengan volume 500 kilogram. Gula aren sebesar 11.283 USD dengan volume 4.276 kilogram.
Kue semprong sebanyak 14.400 USD dengan jumlah 1.050 kilogram. Ragi sebesar 1.750 USD dengan  jumlah 100 kilogram. Dan Ubi Jalar sebesar 21.990 USD dengan jumlah 13.752 kilogram.(ayu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: