Mengenal Mesin Bambu Alternatif Penghasil Kayu yang Akan Diresmikan SBY (I)


Cukup Dengan Rp 300 Juta, Sulap Bambu Jadi Kayu

bambu-int1Kolapsnya  sektor bisnis perkayuan di Sumsel, terus diperparah dengan  ambruknya beberapa perusahaan plywood di tengah krisis global, bakal terjawab dalam pekan ini juga.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal meresmikan pengoperasian mesin bambu solid, yang mampu menghasilkan kayu olahan untuk menjawab seluruh persoalan kebutuhan kayu di  Sumsel. Seperti apa sebenarnya tehnology tergolong sederhana ini bisa bekerja efektif ?

Asih Wahyu Rini-PALEMBANG

Hari ini, Sumsel masih mencatat tingkat penggundulan hutan  mencapai 30 persen dari total area hutan sekitar 800.000 hektar. Jadi, wajar kalau  persoalan ini berimbas pada minimnya tingkat pemenuhan kayu untuk berbagai kebutuhan infrastruktur dan furniture.
Ditambah lagi, eksistensi perusahaan kayu lapis di Sumsel terus mengalami degradasi. Sejak terjadinya krisis moneter tahun 1997, tercatat  sudah ada sekitar tiga perusahaan plywood yang tutup, diantaranya PT Hood Trindo dan PT Bumi Raya, dan saat ini tinggal satu perusahaan lagi yang eksis yakni PT Sukses Sumatera Timber (SST).
Meski patut diakui, nilai eksport 2007 lalu untuk plywood berupa kayu lapis masih  mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 42,18 persen 18.877.840 kilogram dengan nilai devisa sebesar  US Dolar 26.841.393, namun tak bias bertahan lama. Karena kondisi pasokan kayu semakin sulit, dipicu biaya operasional tinggi tak seimbang dengan bahan baku sehingga perusahaan yang ada pun kini terancam kolaps.
Padahal dilihat dari sisi bisnis, pertumbuhan permintaan kayu lapis dunia menurut catatan terakhir mengalami kenaikan lebih dari 35 persen yang rata-rata masih disuplai dari negara Asia, termasuk Indonesia menjadi andalan. Bila moment ini mampu dimanfaatkan secara baik, tak hanya Sumsel yang bisa terus eksis, namun akan tumbuh perusahaan–perusahan baru yang mencoba membidik sektor ini melalui berbagai jalan, maka pembangunan kedepan tak akan terancam.
Menjawab persoalan inilah, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumsel  tampil memanfaatkan kesempatan emas ini dengan mendatangkan tehnology mesin pengolahan bambu solid menjadi bahan kayu  yang bisa digunakan memenuhi berbagai kebutuhan.
Tidak cuma simple dari sisi bahan baku saja, cukup menggunakan bambu pada umumnya. Namun dari sisi penggunaan tehnology relatif sederhana dan tak butuh investasi besar-besaran.
Cukup dengan Rp 300 jutaan saja, seperangkat mesin pengolah bambu ini sudah bisa dibuat dan diboyong ke Sumsel sebelumnya sudah dipesan dari Perum TAMAN TIARA Regency Mediteran  cluster blok C1-11 SIDOARJO-JAWA TIMUR.
Rencananya, hari ini bakal dilakukan pengoperasian perdana di kantor ICMI Sumsel guna menyongsong peresmian penggunaan secara utuh oleh Presiden SBY pada 12 Desember mendatang di Hotel Horison bersamaan dengan Pembukaan acara siltaurahmi nasional (Silatnas) ICMI.
Mesin ini memang sudah dirancang khusus tehnologynya oleh salah satu cendikia anggota ICMI pusat ditemukan sejak setahun lalu. Sumsel bakal menjadi pilot project produksi besar-besaran di area Sumatera dengan kapasitas hasil produksi permulaan hingga 3 kibik kayu per hari sebelumnya telah dikembangkan di Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur.
Berbicara bambu di negeri kita adalah kemunduran disaat negeri China dan India sebagai barometer dunia dengan melakukan eksploitasi bambu secara profesional melalui pemberdayaan rakyat sebagai pelaku utama dan didukung oleh pemerintah dan pengusaha untuk menampung product rakyat dan untuk dipasarkan ke seluruh penjuru dunia.
Sebagian besar masyarakat orientasi berpikirnya bambu hanya sebagai bahan kerajinan (Handycraff), bilik bambu, tikar, kereh dll. Ternyata tidak, melalui mesin bambu ini akan  memberikan sedikit sentuhan tekhnologi bagi eksploitasi bambu disesuaikan dengan keberadaan masyarakat di sini.
Hal ini dilakukan agar ada investor yang mau investasi di sini dan tidak ragu mengembangkan bambu, pemerintah pun bisa mengembangkan kepentingan jangka panjang dengan menghijaukan hutan kita kembali dalam waktu singkat sekaligus menerapkan ekonomi kerakyatan yang selama ini masih belum terasa.
Hasil eksploitasi kreatif ini sering disebut dengan Bambu Solid dengan tekhnik laminasi dan mudah diterapkan dimana saja. Karena permesinan yang digunakan adalah sederhana dengan menggabungkan antara peralatan pengolahan kayu pada umumnya dan sedikit memberikan sentuhan tekhnologi bagi peralatan dengan mengkonstruksi sendiri yang disesuaikan dengan bentuk anatomi bambu.
Komponen peralatan dalam pengolahan bambu ini juga sangat simple hanya terdiri dari mesin potong (cross cut), mesin belah bambu (kontruksi sendiri), mesin sayat bambu (kontruksi sendiri), Vacum/pengawet (kontruksi sendiri disesuaikan karakteristik bambu), oven/mengurangi kadar air (konstruksi sendiri) bermanfaat  dapat menghasilkan cairan yang  mengandung etanol sebagai hasil sampingan. Juga ada mesin press (konstruksi sendiri sesuai dengan karakteristik bambu),  Tehnisher,  Jointer dan  Gen set (Mesin Penggerak).
Pola pengolahanyapun tak ruwet, bambu dipotong berdasarkan kelurusannya ( 1,2-3 meter) disesuaikan dengan kebutuhan sebagai bahan bangunan dan furniture. Setelah dipotong dibelah dengan menggunakan mesin belah menjadi lebar rata 2-3 cm.
Lalu, setelah di belah, dilakukan penyayatan dengan mesin sayat untuk menghasilkan ukuran yang simetris 4 sisi sebagai landasan untuk lem perekatnya.
Setelah disayat bambu di vacum dengan memberikan bahan kimia pengewet melalui pemberian uap panas untuk perataannya bentuk bambu.
Kemudian dilakukan pengovenan sampai kadar air yang terkandung dalam bambu adalah 8 – 12 % (standart international).Setelah itu dilakukan pengepresan I  diteruskan dengan perataan melalui mesin tekhnisher dan jointer untuk dilakukan  pengepresan II guna menghasilkan akhir, yakni balok bambu yang siap dibuat untuk keperluan apapun layaknya kayu yang sekarang sudah hampir punah keberadaannya.(*/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: