Ekonomi 2008 Tumbuh 6,2 Persen

RADAR PALEMBANG, TUMBUH – Kinerja perekonomian pada 2008 masih berada pada jalur positif, meski mulai tertekan krisis keuangan global. Departemen Keuangan memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi 2008 bisa mencapai 6,2 persen. Kendati lebih rendah dari target APBN Perubahan 2008 yang dipatok 6,4 persen, laju ekonomi nasional sebesar itu masih tergolong kencang.


Keterangan resmi Departemen Keuangan tentang kinerja APBNP 2008 yang dirilis kemarin (1/1) menyebutkan kinerja ekonomi pada triwulan ketiga dan keempat mulai melambat. Namun karena pada awal tahun cukup tinggi, masih mengangkat kinerja secara keseluruhan.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan perlambatan pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini akan berlanjut tahun depan. Namun Indonesia masih bisa tertolong oleh inflasi yang diyakini akan terus melandai, sehingga konsumsi masyarakat masih terjaga. Selain itu, stimulus fiskal yang disiapkan untuk tahun depan diharapkan bisa menjaga agar ekonomi tidak terlalu terpuruk.  ”Inflasi akan bisa terkendali, bahkan di bawah level yang ditargetkan,” kata Menkeu
Tingkat inflasi 2009 mencapai 11,4 persen, lebih tinggi dari APBNP sebesar 6,5 persen. Kemudian suku bunga SBI-3 bulan rata-rata mencapai 9,3 persen, lebih tinggi dari APBNP sebesar 7,5 persen. Nilai tukar rupiah terpuruk di rata-rata Rp 9.691 per USD, lebih lemah dibanding target APBNP sebesar Rp9.100 per USD. Kemudian harga minyak mentah Indonesia sekitar rata-rata USD 96,8 per barel, sedikit di atas target APBNP sebesar USD 95 per barel. Lifting minyak mentah Indonesia mampu melampaui target 927 barel per hari, yakni menjadi 931 ribu barel per hari.
Defisit APBNP 2008 jauh lebih kecil dibanding target APBNP 2008, yakni hanya Rp 4,2 triliun (0,1 persen PDB). Padahal di APBNP ditargetkan Rp 94,5 triliun atau 2,1 persen PDB. Realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp 981,0 triliun, atau Rp 86,0 triliun (9,6 persen) di atas target APBN-P 2008.
Pencapaian tersebut ditopang realisasi penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 658,7 triliun atau Rp 49,4 triliun (8,1 persen) di atas target. Realisasi PNBP (penerimaan negara bukan pajak) mencapai Rp 320,1 triliun, atau Rp 37,2 triliun (13,2 persen) lebih tinggi dari target. Tingginya realisasi PNBP tersebut terutama disebabkan lebih tingginya realisasi harga dan lifting minyak mentah.
Kemudian realisasi belanja negara mencapai Rp 985,3 triliun, atau Rp 4,2 triliun (0,4 persen) di bawah pagu APBNP 2008. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 692,6 triliun, atau Rp 4,4 triliun (0,6 persen) di bawah pagu. Realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp 265,3 triliun atau 91,5 persen dari pagu dalam APBNP 2008.
Kemudian realisasi subsidi energi (BBM dan Listrik) sebesar Rp 223,0 triliun, atau Rp 35,9 triliun (19,2 persen) diatas pagu APBNP 2008. Membengkaknya subsidi ini disebabkan bertambahnya volume konsumsi BBM, depresiasi nilai tukar rupiah, dan lebih tingginya realisasi harga minyak mentah. (sof/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: