Akhir Januari, Penentuan Status Haram dan Makruh

JAKARTA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai merespons desakan pengharaman merokok. Rencananya, pada 20-30 Januari mendatang, Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa rokok pada kongres tingkat nasional yang digelar di Padang Panjang, Sumatera Barat. ”Itu (usul fatwa haram rokok, Red) sudah ada dalam salah satu agendanya. Beberapa materi juga sudah saya siapkan untuk dibawa ke forum nasional MUI tersebut,” terang Ketua Komisi Fatwa MUI Anwar Ibrahim kepada JPNN di Jakarta tadi malam.


Anwar mengatakan, sepanjang 2008, MUI telah menggelar berbagai kegiatan untuk mengumpulkan masukan dan rekomendasi dari berbagai kalangan tentang rokok. ”Setelah (masukan dan rekomendasi) diajukan, forum nanti tinggal merumuskan bagaimana tanggapan para delegasi (dalam kongres),” tegasnya.
Sejumlah kalangan ulama di daerah mulai menggulirkan fatwa-fatwa mengharamkan rokok. Namun, fatwa dan anjuran itu masih bersifat parsial. Upaya pembatasan merokok selama ini lebih banyak dilaksanakan pemerintah daerah. Salah satunya di DKI Jakarta.
Menurut Anwar, sepanjang belum ada kesepakatan konkret dari ulama di daerah, MUI pusat tidak akan terburu-buru menyimpulkan sikap. ”Saya hanya berharap tidak ada MUI daerah yang mendahului dengan mengeluarkan fatwa haram rokok karena itu justru menandakan perpecahan umat Islam,” imbaunya.
Meski demikian, Anwar secara pribadi mengakui, merokok diharamkan berdasarkan Alquran dan Assunah serta itibar (logika) yang benar. Itu yang memunculkan adanya pendapat bahwa merokok sebagai perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan. ”Itu seperti firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 195 yang artinya ’Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan’,” papar Anwar.
Sedangkan dari Assunah, lanjut Anwar, ada hadis sahih dari Rasulullah SAW yang melarang menyia-nyiakan harta. Membeli rokok dapat dikategorikan sebagai pengalokasian harta terhadap sesuatu yang mengandung kemudharatan. ”Jadi, menimbulkan bahaya ditiadakan dalam syariat, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Tapi, selama ini pendapat yang lazim adalah bahwa rokok itu masih tergolong makruh,” jelasnya.
Dari sejumlah riset, rokok disebut mengandung lebih dari empat ribu elemen kimia dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
Di tempat terpisah, Juru Bicara Departemen Kesehatan (Depkes) Lily Sulistyowati mengemukakan, pemerintah serius mengimbau dan melakukan berbagai anjuran agar masyarakat menghentikan kebiasaan buruk merokok. ”Itu upaya menekan angka perokok di Indonesia,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Lily mengemukakan, langkah tersebut dilakukan dengan bekerja sama bersama sejumlah pemerintah daerah. Di antaranya melakukan larangan-larangan merokok pada tempat-tempat publik. ”Fasilitas pendidikan, kesehatan maupun pusat perbelanjaan dilarang bagi perokok,” paparnya. Dia juga menyambut positif terkait rencana MUI mengeluarkan fatwa tentang rokok.(zul/iw/agm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: