Malaysia Deportasi 34 Ribu TKI Ilegal

JAKARTA – Pemerintah Malaysia selama 2008 tercatat telah mendeportasi lebih dari 34 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI). Deportasi itu dilakukan dari Pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia, menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah negeri jiran itu menertibkan tenaga kerja ilegal. Meski sebagian telah diputihkan, TKI-TKI tersebut tidak urung harus kembali ke Indonesia.


Kepala BNP2TKI M Jumhur Hidayat menyatakan, puluhan ribu TKI memang harus dideportasi dari Malaysia. Karena itu, pihaknya saat ini mengupayakan proses redokumentasi TKI-TKI yang telah dipulangkan tersebut. “Setelah diredokumentasi, mereka nanti bisa kembali bekerja di Malaysia,” ujarnya di Jakarta kemarin (3/1).
Jumhur menilai, pemulangan TKI-TKI yang masih ingin bekerja tersebut justru meningkatkan jumlah TKI ilegal. Sebab, mereka yang dipulangkan akan masuk lagi ke Malaysia sebagai TKI ilegal. “Lebih baik kita tampung, kemudian kita salurkan secara legal,” tegasnya.
Kasubsi Lintas Batas Imigrasi Tanjungpinang Ispaisah menambahkan, TKI bermasalah yang diusir pemerintah Malaysia tersebut terdiri atas 25.064 pria, 9.344 perempuan, dan 478 anak-anak. Pemulangan TKI ilegal oleh Malaysia lewat Tanjungpinang itu dilakukan sedikitnya tiga kali sepekan. “TKI bermasalah ditangkap petugas kepolisian Malaysia karena tidak memiliki dokumen yang lengkap sebagai pekerja asing,” katanya.
Sebagian TKI ilegal ditangkap petugas kepolisian Malaysia karena menggunakan paspor pelancong untuk bekerja. Ada pula yang sudah habis kontrak kerjanya tetapi tidak memperpanjang. TKI ilegal sempat menjalani hukuman penjara beberapa bulan di Malaysia sebelum dikembalikan ke Indonesia.
“Beberapa TKI itu dikenakan hukuman cambuk, selain hukuman penjara. Mereka dipenjara di beberapa lembaga pemasyarakatan di Malaysia,” katanya. Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, mereka ditempatkan di penampungan satgas TKI bermasalah di Jalan Transito, Tanjungpinang. Mereka dipulangkan ke daerah asalnya dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan.
“Masih banyak TKI ilegal yang ditahan di Malaysia karena tidak memiliki dokumen lengkap,” ujarnya. Dia mengingatkan, warga Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia agar tidak melalui jalur ilegal. Sebab, bisa membahayakan keselamatan mereka sendiri. “Sebaiknya gunakan jasa penampungan yang legal, lengkapi dokumen sebagai pekerja asing, sehingga mendapatkan perlindungan dari pemerintah Indonesia,” tuturnya. (iw/oki)

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-US;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

Jumlah TKI Ilegal yang Diusir Malaysia

Periode Deportasi

Januari 2.851 orang

Februari 2.402 orang

Maret 1.929 orang

April 3.262 orang

Mei 3.211 orang

Juni 2.967 orang

Juli 2.829 orang

Agustus 3.903 orang

September 3.948 orang

Oktober 2.007 orang

November 2.634 orang

Desember 2.943 orang

Jumlah 34.886 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: