Ratusan Warga Gelumbang Ngungsi

Setelah Diserang Warga OI Terkait Tapal Batas

MUARA ENIM – Sebanyak 180 jiwa dari 38 kepala keluarga warga Dusun Kayuara Batu Tiga, Desa Kayuara Batu, Kecamatan Gelumbang, kemarin (3/1) mengungsi. Mereka ketakutan setelah diserang warga Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.  Konflik tersebut dipicu oleh masalah tapal batas yang tak kunjung selesai antara Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten OI. “Mereka mulai ngungsi pukul 09.00 WIB tadi (kemarin, red). Kita sudah dapat laporan dari Camat Gelumbang, Restu serta Kades Putak, Roni Kodim,” ungkap anggota DPRD Muara Enim asal Gelumbang, Nurul Aman.


Menurut dia, warga memilih mengungsi di belakang SPBU Desa Sukamenang, Gelumbang. Lokasi pengungsian terletak di pinggir jalan lintas Muara Enim – Palembang. “Cukup jauh dari Desa Kayuara Batu,” ujarnya lagi.
Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, di lokasi perbatasan tersebut sekarang sudah dijadikan kebun sawit oleh warga Desa Kayuara Batu. Belakangan, warga Lorok yang melihat keberhasilan warga Kayuara Batu mengklalim  wilayah tersebut masuk desa mereka. Akibatnya, warga Lorok pun melakukan penyerangan.
Bupati Muara Enim, H Kalamudin D SH MH menyatakan akan segera membawa masalah penyelesaian tapal batas antara Muara Enim dengan OI itu ke Pemprov Sumsel. Ia khawatir kalau dibiarkan berlarut-larut dapat  menimbulkan persoalan lebih besar lagi.
Kapolres Muara Enim AKBP Drs Refdi Andri mengatakan, pihaknya sudah mengirim aparat untuk melakukan pengamanan, terutama mencegah agar konflik tidak meluas. (rdr/jpnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: