Bank Jaga Pendapatan Bunga

BI Rate Bakal Turun Lagi

PALEMBANG, RP – Awal tahun ini, pemerintah bakal menurunkan kembali suku bunga acuan BI rate. Sinyal kuat SBI akan diturunkan 25 basis poin menjadi 9 persen. Namun, sedapat mungkin perbankan berusaha menjaga pendapatan bunga (NIM) dengan melakukan efisiensi.


Rencana penurunan tersebut secara keseluruhan mendapat sambutan baik dari kalangan perbankan Palembang. Pimpinan Wilayah BRI Palembang Randi Anto, penurunan BI rate di tahun 2009 ini telah ditunggu oleh pihak perbankan. Dengan penurunan suku bunga acuan akan diikuti dengan turunnya suku bunga kredit. Artinya penarikan kredit dari bank akan semakin longgar.
”Penurunan BI rate nanti, pasti sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bunga kredit maupun bunga simpanan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi dengan situasi krisis global yang masih belum stabil saat ini, BRI akan tetap selektif memberikan kredit,” tutur dia, kemarin.
Landasan krisis itu pula yang membuat pimpinan wilayah bank pelat merah itu, untuk tidak mematok target kredit tinggi di 2009. Dia hanya berani memberikan pertumbuhan kredit 22-24 persen.
Saat ditanya apakah penurunan BI rate akan mempengaruhi tingkat likuiditas perbankan? Pria berkulit putih itu mengatakan, pengaruhnya tetap ada tetapi tidak terlalu besar. Yang jelas pengaruh terbesar akan sangat terasa pada penghimpunan dana masyarakat.
Bank BRI juga akan berusaha menjaga posisi NIM (net interest margin/pendapatan bunga).  Dengan cara menekan overhead cost (OHC) atau biaya operasional bank. ”Cash of money akan ditekan karena suku bunga pinjaman juga pasti akan ikut turun,” sebut Randi.
Jitu memilih strategi hadapi penurunan BI rate juga akan diterapkan Bank Permata. Branch Manager PT Bank Permata Tbk Palembang, Rusmyati Salim mengatakan, sejauh ini cabang Palembang masih menunggu kebijakan kantor pusat menyikapi masalah tersebut.
Tetapi secara pribadi, sambung dia, penurunan BI rate merupakan suatu hal yang positif. Dengan adanya bunga yang rendah maka akan mendongkrak tingkat pinjaman kredit dari masyarakat, walaupun penurunan bunga ini terjadi secara bertahap.
Menurutnya, tingkat Net Interes Margin (NIM) suatu perbankan pastinya juga akan iktut tergerus, namun masih dapat sedikti diatasi dengan berbagai strategi salah satunya dengan cara mengurangi cost of fund/COF (biaya yang dikeluarkan bank untuk membayar bunga simpanan), sehingga lending (kredit)  rate menjadi kompetitif.(far)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: