APB 2009 Surplus Rp 11,2 Triliun

JAKARTA – Hingga 30 April lalu, APBN 2009 ternyata masih surplus Rp 11,203 triliun. Sedangkan pembiayaan anggaran yang mayoritas berasal dari utang juga mencapai 114,16 persen dari target APBN atau Rp 58,163 triliun. Jadi, kas pemerintah kini masih lebih dari Rp 120 triliun.

”Surplus memang masih. Kas pemerintah sebesar Rp 122 triliun. Tapi, ini biasanya karena polanya seperti itu,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati seusai meninjau jalur kereta api Priok-Kota, Jakarta, kemarin (8/5).

Menkeu menuturkan, penerimaan pajak memang turun. Tapi, koreksinya masih ada dalam kisaran seperti yang disampaikan ke parlemen. Untuk perubahan anggaran, pemerintah akan melihat realisasi hingga Mei. ”Beberapa estimasi yang sifatnya lebih pasti berdasar realisasi April dan Mei akan kita laporkan semester satu ke dewan, dan apakah akurasi penerimaan masih sesuai dengan saat kita membicarakan dokumen stimulus,” terang Sri Mulyani.

Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo menilai penyerapan anggaran belanja sudah lebih baik ketimbang tahun lalu. Namun, mulai terjadi penurunan penerimaan. ”Belanja lebih bagus, tapi penerimaan lebih turun. Yang turun adalah PPN (pajak pertambahan nilai) dan pajak perdagangan internasional,” kata Herry.

Herry mengatakan, total belanja negara per 30 April lalu mencapai Rp 223,511 triliun atau 21,55 persen. Capaian ini lebih baik daripada tahun lalu yang hanya Rp 189,722 triliun atau 19,17 persen. Sedangkan belanja pemerintah pusat mencapai Rp 127,555 triliun atau 17,18 persen. Itu terdiri, antara lain, belanja pegawai Rp 41,58 triliun (28,97 persen), belanja barang Rp 11,752 triliun (15 persen), dan belanja modal Rp 10,992 triliun (11,72 persen).

Kemudian, pembayaran kewajiban utang Rp 31,912 triliun (30,68 persen) dan subsidi Rp 9,813 triliun atau baru 5,83 persen. Berikutnya, transfer ke daerah mencapai Rp 95,955 triliun atau 29,92 persen. Rinciannya, antara lain, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 9,237 triliun (10,78 persen), Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 77,588 triliun (41,62 persen), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 6,12 triliun atau 24,69 persen.

Herry menambahkan penerimaan dalam negeri sebesar Rp 234,621 triliun atau 23,82 persen. Ini berarti lebih kecil daripada tahun lalu sebesar Rp 254 triliun atau 28,47 persen. Penerimaan perpajakan senilai Rp 197,254 triliun atau 27,18 persen. Itu terdiri, antara lain, pajak penghasilan (PPh) Rp 191,178 triliun (27,42 persen), PPN (pajak pertambahan nilai) Rp 52,560 triliun (21,07 persen), cukai Rp 18,068 triliun 36,51 persen, dan pajak perdagangan internasional Rp 6,076 triliun (21,32 persen). Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 37,366 triliun 14,43 persen. (sof/dwi/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: