Malaysia Tangkap Mas Selamat Kastari, Buron Nomor Satu Singapura


Dengan Satu Kaki, Seberangi Selat Johor

KUALA LUMPUR – Warga Singapura bisa bernapas lega. Setelah tiga belas bulan dibuat waswas karena gembong teroris Mas Selamat Kastari kabur dari penjara terketat di Singapura, Whitley Road, 27 Februari 2008, berita yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang kemarin (8/5).

Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammudin Hussein menyatakan, Kastari yang memimpin Jamaah Islamiyah (JI) Singapura itu ditangkap aparat keamanan Malaysia enam pekan lalu di pinggiran Johor. Teroris kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 23 Januari 1961, tersebut kini ditahan dengan dasar UU Keselamatan Dalam Negeri (ISA).

”Penangkapan Mas Selamat itu merupakan hasil investigasi intelijen Malaysia, Singapura, dan Indonesia,” jelas Hishammudin dalam jumpa pers di kantor Kementerian Dalam Negeri Malaysia, Putrajaya.

Penangkapan Kastari tersebut merupakan sukses besar aparat keamanan tiga negara. Sebab, dia adalah gembong teroris yang paling dicari di Asia Tenggara setelah Noordin M. Top.

Hishammudin menolak menjelaskan lokasi persis penahanan Kastari kini. Yang pasti, pemimpin JI itu saat ini dikawal ketat agar tidak bisa melarikan diri lagi. ”Mas Selamat berhasil ditahan aparat keamanan Malaysia setelah ketahuan melakukan sesuatu yang akhirnya membuat dia tertangkap di wilayah Malaysia,” ungkapnya.

Hishammudin menyatakan tidak bisa menjelaskan lebih lanjut proses penahanannya karena khawatir mengganggu kerja intelijen.

Sampai berita ini diturunkan pukul 24.00 tadi malam, belum diperoleh informasi pasti bagaimana dia keluar dari Singapura dan bagaimana cara dia masuk ke Malaysia. Cara Kastari kabur ini memang menjadi pertanyaan besar. Sebab, berdasar keterangan polisi Singapura, saat kabur, Kastari berkondisi cacat fisik. Kaki kirinya tidak berfungsi. Untuk jalan saja, dia terpincang-pincang.

Mengutip situs berita Singapura The Straits Times, Kastari diduga kabur ke Johor dengan menyeberangi selat menggunakan alat yang bisa mengapung. Keterangan itu didapat The Straits Times dari penjelasan Deputi Perdana Menteri Singapura Wong Kang Seng.

”Setelah keluar dari penjara Whitley, dia merakit perkakas yang bisa mengapung untuk membantunya berenang menyeberangi selat dan kabur ke Malaysia,” ungkapnya.

Kastari menghindari jalur normal seperti naik feri atau kendaraan darat untuk kabur. Sebab, setelah kehilangan tahanan paling berbahaya, pemerintah Singapura melancarkan operasi perburuan besar-besaran dengan mengerahkan pasukan elite Gurkha. Mereka juga meminta bantuan negara lain, terutama Malaysia dan Indonesia. Setiap sudut Singapura diperiksa dan semua akses keluar dijaga ketat.

Kastari memang pantas menjadi buron nomor satu di Negeri Singa Merlion tersebut. Aksi legendarisnya adalah menyiapkan plot untuk meledakkan Bandara Internasional Changi, Singapura, 2002. Dia juga terlibat beberapa rencana peledakan.

Kastari juga punya hubungan dengan jaringan teroris Al Qaidah yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror di Asia Tenggara, termasuk dua pengeboman di Bali. Karena itu, citra pemerintah Singapura langsung merosot drastis di mata rakyatnya dan negara-negara tetangga setelah Kastari kabur.

Kastari berhasil kabur meski ditahan di penjara dengan keamanan maksimum. Namun, hasil penyelidikan membuktikan, dia kabur karena lemahnya penjagaan. Termasuk, jendela penjara tidak digerendel, sipir lengah, serta kamera CCTV tidak berfungsi.

Mencuat desakan untuk memberikan sanksi bagi pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas kaburnya Kastari. Mei 2008, sembilan pejabat dan sipir, termasuk komandan penjara, diberi sanksi mulai pemecatan hingga mutasi.

Penangkapan Kastari juga disambut gembira Mabes Polri. Juru Bicara Polisi Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira mengungkapkan, Polri menyambut positif penangkapan Kastari. Namun, Polri tak punya kewenangan mengintervensi penanganan hukum.

”Kami membantu menangkap. Bila yang menangkap dia polisi Indonesia, tentu akan kami ekspose. Tapi, yang menangkap adalah polisi Malaysia. Kami tak berwenang,” ujarnya. (AP/TST/kim/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: